Jember, BeritaTKP.com – Setengah jam setelah siswa SMPN 2 Mayang masuk ke ruang kelas, Tiba-Tiba dikejutkan dengan suara getaran, ternyata suara itu berasal dari ruangan paling ujung selatan bangunan sekolah tersebut.

Sejumlah guru dan siswa yang berada di dalam kelas segera keluar. Mereka ingin mengetahui dari mana sumber suara itu berasal. Setelah melihat, ternyata bagian atap ruangan kelas VII C itu sudah ambruk.

Beberapa guru akhirnya menuju ke lokasi untuk memastikan apakah ada siswa yang menjadi korban atau tidak. Karena biasanya, sebelum jam pelajaran dimulai, ada beberapa siswa yang jalan-jalan di teras ruang kelas yang roboh tersebut.

Kepala SMPN 2 Mayang Edy Kuntoro mengatakan, ruang kelas yang ambruk itu sudah lama dikosongkan karena kerusakannya sudah cukup parah. Sejak pandemi Covid-19 atau dua tahun belakangan, kelas itu sudah tidak ditempati belajar lagi lantaran bagian atapnya mulai melengkung.

“Selama ruang kelas dikosongkan, siswa menempati perpustakaan sekolah. Sehingga insiden tersebut tidak sampai memakan korban,” katanya, Rabu (18/5/2022) kemarin. Kata dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30

Dia menduga, rangka atap ruang kelas yang ambruk ini tak kuasa menahan beban. Sebab, kayunya sudah lapuk. “Sepertinya tidak kuat menahan beban genting yang terpasang. Gentingnya karangpilang. Apalagi, beberapa pekan terakhir ini Mayang diguyur hujan cukup deras,” jelasnya.

Edy mengaku telah melaporkan peristiwa ini ke Dinas Pendidikan Jember. Dia pun berharap, dinas memprioritaskan perbaikan ruang kelas yang roboh tersebut agar bisa digunakan belajar kembali. (Din/RED)