Lamongan, BeritaTKP.com – Beragam program bimbingan dan pembinaan terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan kepada warga binaanya.

Setelah sukses dengan program budidaya Hidroponik, kini pihak Lapas merambah ke bidang lain yaitu bidang peternakan.

Salah satu bidang peternakan yang ingin dikembangkan tersebut yakni ternak ayam kampung unggul dari Badan Litbang Pertanian (Ayam KUB) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jatim yang berada di Malang.

Sebanyak 204 ekor anak Ayam KUB atau yang biasa disebut Day Old Chicken (DOC) ini diberikan oleh Balitbang Pertanian BPTP Provinsi Jatim kepada Lapas Lamongan. Nantinya melalui program ini, warga binaan Lapas bakal siap jadi peternak setelah masa pidananya usai.

Plt Kepala Lapas IIB Lamongan, Mahrus mengatakan, bantuan DOC Ayam KUB Ini merupakan kali pertama yang diterima oleh Lapas Lamongan setelah beberapa waktu yang lalu melakukan pengajuan kepada BPTP Jatim.

“Alhamdulillah, ada kabar baik. Pengajuan permintaan bantuan itu direspon dengan cepat kurang dari 1 bulan. Sehingga serah terima DOC ini pun dilakukan pada Selasa kemarin, oleh Tim Balitbang Pak Bahar dan Ibu Setiasih selaku Penanggung Jawab Unit Pembibitan, di kandang ayam Balitbangtan,” ujar Mahrus, Rabu (27/4/2022).

Dengan adanya bantuan tersebut, Mahrus mengaku, pihaknya bersama Tim dari Lapas Lamongan akan terus berkonsultasi dan meminta kepada Balitbangtan untuk tidak bosan dalam membimbing warga binaan Lapas Lamongan dalam mengembangkan ayam KUB ini.

“Semoga bantuan ini bisa menjadi motivasi bagi kami, khususnya bagi kegiatan pembinaan warga binaan Lapas Lamongan yang nantinya usai menjalani masa pidana bisa menjadi peternak mitra ayam KUB,” harap Mahrus.

Sementara itu, Bahar selaku Tim Balitbangtan menyampaikan, ayam-ayam itu dapat mencapai bobot badan 0.8-1 kilogram per ekor pada umur 10 minggu, atau dua kali lipat jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa yang baru mencapai 0,4-0,5 kilogram per ekor pada umur yang sama.

Tak hanya itu, Bahar menyebut, ayam-ayam itu relatif tahan terhadap serangan penyakit dan lebih irit pakan jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa.

“Hal itu terlihat dari Feed Conversion Ratio (FCR) ayam yang hanya 2,7. Artinya, untuk menghasilkan 1 kg bobot badan ayam ini hanya membutuhkan 2,7- 3,0 kg pakan,” ungkap Bahar.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Balitbang lainnya bernama Setiasih menuturkan, ayam kampung yang dibantukan ke Lapas Lamongan ini adalah ayam unggulan yang memiliki daging montok.

Selain itu, lanjutnya, betina ayam ini juga mampu menghasilkan telur yang lebih banyak jika dibandingkan ayam kampung biasa.

“Ayam betinanya dapat memproduksikan telur pada umur 29 – 45 minggu sebanyak 164 butir per tahun. Rata-rata bobot telurnya adalah 44 gram per butir,” tambahnya. (RED)