Jombang, BeritaTKP.com – Meski sudah lama dilarang, sejumlah truk besar masih saja melintasi di ruas jalan Kabuh-Tapen. Sehingga terjadi kerusakan jalan yang digunakan pengalihan jalur saat pembangunan jembatan Ploso Baru ini proyek semakin parah.
Seperti yang terlihat Senin (16/5) kemarin, sejumlah truk-truk besar kedapatan melintasi jalan kabupaten ini. Padahal sudah ada aturan kelas jalan. Mereka berjalan dari arah Tapen-Kabuh. ”Sebenarnya setiap hari juga masih saja ada truk besar yang melintas sini,” ucap Setiawan, 40, warga Desa Tapen.
Selain itu, material tong yang sebelumnya dipasang di simpang empat Kabuh dan simpang tiga pasar Tapen untuk menghalau kendaraan muatan berat masuk sepertinya sudah dipinggirkan. ”Yang di Pasar Tapen itu kan ada tong, dulunya biar kendaraan besar tidak masuk, sekarang sudah dipinggirkan itu tongnya,” tambahnya.
kondisi ini menjadikan kerusakan ruas jalan Kabuh-Tapen dampak pembangunan jembatan Ploso semakin parah. ”Mau berapa kali diperbaiki kalau truk seperti ini masih melintas ya sama saja kan,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Jombang tak menampik masih adanya truk bertonase berat nekat melintas jalan milik kabupaten itu. ”Sebenarnya ya semenjak ditutup waktu jembatan Ploso mau jadi itu tidak boleh lagi melintas di sana,” ucap Hartono, Kadishub Jombang.
Namun, ia mengaku tak bisa berbuat banyak, lantaran tak mungkin melakukan penjagaan setiap hari di titik itu. ”Ya nanti akan kita tindaklanjuti lah, kita imbau agar mereka menutup kembali seperti seharusnya, karena jalan itu sudah rusak,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan jembatan baru Ploso menyisakan banyak problem. Itu setelah sejumlah ruas jalan kabupaten rusak lantaran dijadikan jalur pengalihan kendaraan berat pekerjaan proyek strategis nasional itu. Masing-masing jalur Kabuh-Tapen, Ploso-Pasar Ploso dan Ploso-Bawangan. Kondisi itu, membuat sejumlah jalur kabupaten di utara brantas tak boleh lagi dilintasi kendaraan besar. (Din/RED)






