Rokok Ilegal Masih Marak di Pasar Sepanjang, Polresta Sidoarjo Melempem

160

Sidoarjo, BeritaTKP.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam menertibkan peredaran rokok tanpa pita cukai, tampaknya tak semulus yang diharapkan. Betapa tidak, di tengah gencarnya Kabupaten yang dipimpin Ahmad Muhdlor Ali ini menggempur rokok ilegal, masih saja ada warga yang dengan terang-terangan menjualnya.

Seperti halnya yang ada di Pasar Sepanjang, Sidoarjo. Sedikitnya 15 orang pedagang khusus menjual rokok tanpa cukai dari berbagai merek ilegal, tak segan-segan menggelar dagangannya di pasar tersebut. Agar terhindar dari pantauan petugas, para pedagang rokok ilegal ini biasa menggelar dagangan rokok ilegalnya sekitar pukul 04.30 WIB hingga pukul 07.00 WIB.

Para pedagang tersebut sempat berhenti beberapa minggu di bulan Oktober 2023, namun kini para pedagang rokok ilegal tersebut tampak mulai marak kembali pasca digesernya Kapolsek Taman Sidoarjo Kompol Hari Aziz. Dalam hal ini, Polsek Taman merupakan Jajaran Polresta Sidoarjo selaku pemangku wilayah hukum yang Pasar Sepanjang juga ada di dalamnya.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo IPTU Tri Novi Handono soal kembali maraknya penjual rokok ilegal di Pasar Sepanjang Sidoarjo, tampaknya enggan berkomentar. Hal tersebut terbaca dari balasannya melalui pesan ketika dikonfirmasi Berita TKP. “Silakan dilaporkan ke Polsek, bila memang itu ada unsur-unsur ilegal dalam pembuatan dan peredarannya…,” balas Novi, Kamis, (02/11/2023).

“Lo kan sudah kami arahkan bila ada hal-hal yg memang dianggap meresahkan silakan monggo bisa dilaporkan pada pihak berwajib terdekat, karena hal seperti itu perlu dengan adanya penyelidikan lebih lanjut..nda pa2 jika perlu njenengan sebagai pelapornya…🙏kami Polresta Sidoarjo sudah memberikan hotline bagi masyarakat yg memang ada aduan atau hal-hal yg dianggap meresahkan masyarakat bisa menghub 110 atau no WA 62 815-5100-110, demikian terima kasih,” tukas Novi.

Sebelumnya, Memet, salah satu penjual rokok ilegal di Pasar Sepanjang Sidoarjo ketika dikonfirmasi dengan santainya ia mengaku memang saat ini para pedagang rokok tanpa pita cukai kembali menggelar dagangannya. Meski demikian, Memet bersama pedagang yang lain juga mengaku tidak sepenuhnya berani berjualan dengan membawa banyak dagangan.

“Iya memang benar mas kalo masih buka cuma kita hanya melayani pelanggan saja sama pesanan aja selain itu bukanya hanya eceran tidak seperti dulu yang sampai pak-pakan (slop). Kita juga bukanya dari sebelum subuh sampai jam 7 pagi saja gak berani lama-lama,” ujar Memet.

Soal dari mana rokok ilegal didapat, Memet mengungkapkan bahwa rokok itu berasal dari para sales yang menawarkan produknya dan tidak cuma satu merek tetapi ada ribuan merek yang ditawarkan. Para sales tersebut datang dari sejumlah daerah seperti Madura, Pasuruan, Tanggulangin dan beberapa daerah lainnya, dengan menawarkan ragam merek ilegal.

“Kalo rokoknya dapat dari sales yang datang nawari ke para pedagang terus juga gak Cuma satu dua sales yang kesini banyak mas dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Madura, Tanggulangin, Pasuruan. Kalo untuk mereknya banyak mas ada ribuan merek yang ditawarin sama salesnya pokoknya kalo salah satu merek udah habis salesnya datang lagi untuk menawari,” ungkapnya.

“Kalo dari sales kita ngambil perslop mas dan perslopnya itu macem-macem ada yang paling murah dengan harga 50 ribu ada juga harga yang paling mahal 110 ribu. Gitu kita jualnya perpack ada yang 8 ribu sampai 15 ribu paling mahal biasanya yang paling murah kita ambil dari sales itu rokok jenis kretek,” tukasnya. (Rohadi/Pipit)