SURABAYA, BeritaTKP.Com – Polsek Sukolilo berhasil meringkus dua pelaku curanmor di Surabaya. Kaki kedua pelaku terpaksa harus ditembak karena berusaha melarikan diri saat akan diamankan.
Dua pelaku yaitu FRY ,26, warga asal Jalan Semolowaru Tengah Gang I, Surabaya dan FR ,25, warga Jalan Raya Padangan-Ngawi, Desa Bancar, Kecamatan Ngoro, Bojonegoro.
Mereka berhasil diamankan setelah mencuri motor di depan Resto Cha Moga, Jalan Semampir AWS sekitar pukul 19.00 wib, Selasa (26/6).
“Sesuai dengan arahan dari pimpinan, kami terpaksa melakukan tindakan tegas, terukur dan keras terhadap dua tersangka tersebut. Selain karena mencoba melarikan diri, mereka juga berupaya untuk melukai petugas dengan besi,” kata Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin, Kamis (1/7/2021).

Dari dua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti dari kedua pelaku tersebut. Yakni motor Honda Beat dan Honda Scoopy sebagai sarana mereka melakukan tindak kejahatan. Tidak hanya itu, petugas juga menyita kunci T dan sejumlah ponsel dari kedua pelaku.
Abidin menambahkan, terbongkarnya kasus curanmor ini bermula ketika ia dan anggotanya menggelar patroli di wilayah yang rawan tindak kejahatan.
“Bermula dari patroli yang tersamar dengan menganalisa karakteristik kejadian 3C (curat, curas, curanmor) di wilayah tertentu,” ungkap Abidin.
Dijelaskan oleh Abidin, saat melintas di Jalan Semampir AWS, tim mendapati dua pelaku dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan. Mereka mengendarai motor dan terkesan mengamati situasi sekitar.
“Berjalan santai sambil melihat kanan kiri. Mereka terkesan sedang mengincar motor yang sedang ditinggal pemiliknya,” jelas Abidin.
Setelah dilakukan pemantauan oleh polisi, ternyata kedua pelaku melakukan aksi pencurian motor. “Menyadari aksinya kami pergoki, yang bagian eksekutor langsung melemparkan kunci T ke arah kami sembari akan melarikan diri. Dinilai sangat membahayakan, kami lepaskan tembakan peringatan. Namun, keduanya tetap acuh hingga terpaksa kami harus melumpuhkan,” imbuh Abidin.
Sementara dari hasil pemeriksaan terungkap, kedua tersangka sudah lima kali melakukan aksi pencurian. Rata-rata, mereka mengincar rumah kos yang banyak dihuni oleh para mahasiswi, kedai kopi hingga kafe. Mereka menilai, banyak wanita pemilik motor lalai tidak mengunci setang bahkan membiarkan kunci motornya menempel.
“Menurut keterangan tersangka, jika sasaran motor acak. Tapi untuk lokasinya banyak mengincar tempat kos mahasiswi, kedai kopi yang lagi viral sekarang itu dan kafe-kafe yang minim penjagaan dan tidak terpantau dari dalam ruangan,” ungkap Abidin.
Abidin menyebut, salah satu tersangka yakni FRY adalah residivis spesialis pencurian dashboard mobil. Setelah mendapatkan motor hasil curian, dia langsung membawanya ke Madura untuk dijual. Satu motor, biasanya dihargai Rp 2,5 juta. Uang tersebut lantas dibagi rata dengan tandemnya,yaitu FR.
Sedangkan sebelum beraksi, tersangka FRY menyempatkan diri untuk berpamitan kepada sang istri yang sedang hamil. Dalihnya, mencari kerja sampingan bersama FR. Namun, ternyata itu semua hanya tipuan. FRY rupanya menjadi maling motor.
“Ngakunya sudah lima kali ini. Kasusnya masih akan terus kami kembangkan, dalami, untuk berusaha mencari tahu kemungkinan TKP lainnya,” ujar Abidin. [aes/red]





