
Tulungagung, BeritaTKP.com – Seorang remaja berinisial RHN (15), warga asal Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Kedung Moko, Kecamatan Besuki, pada Senin (25/12/2023) kemarin. Korban menghilang setelah terpeleset saat hendak kembali ke daratan usai membasuh badan di sungai Kedung Moko.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan bahwa sebelum dinyatakan hilang, korban dan temannya yang berinisial DG (25), warga Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, mulanya berangkat untuk berwisata di Sungai Kedung Moko sekitar pukul 10.00 WIB. Setibanya di lokasi yakni sekira pukul 11.00 WIB, korban dan temannya lantas berfoto di area dekat sungai Kedung Moko.
Setelah asik berswafoto, sekira pukul 13.00 WIB, korban merasa kepanasan mengingat saat itu cuaca di lokasi sedang sangat terik dan korban berniat ingin mandi di sungai. Hanya saja, teman korban melarang korban untuk mandi di sungai tersebut dan menyuruhnya untuk cukup membasuh muka saja dengan air sungai.
Namun korban justru tidak mengindahkan peringatan temannya dan tetap nekat mandi di sungai tersebut dengan cara menceburkan diri ke sungai. “Teman korban ini memang tidak bisa berenang, apalagi air sungai juga terlihat dalam, tetapi korban tetap nekat menceburkan diri ke dalam sungai,” jelasnya.
Puas mandi di sungai, ungkap Mujiatno, korban berniat naik ke daratan namun saat menginjak bebatuan di tepi sungai Kedung Moko, korban justru terpeleset dan jatuh ke air. Melihat hal itu, teman korban sempat menjulurkan bambu kepada korban, namun tidak digapai korban.
Mendapati korban semakin tenggelam, teman korban lantas meminta pertolongan terhadap beberapa orang yang ada di lokasi tersebut untuk membantu korban. Sayangnya saat kembali, korban sudah tenggelam. Melihat hal itu, saksi di TKP melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Besuki.
“Ada dua orang yang sempat ingin membantu korban, tetapi sayangnya saat tiba di tempat korban terjatuh, korban sudah tidak ada, sehingga dua saksi di TKP melaporkan kejadian itu ke Polsek Besuki,” ungkapnya.
Usai mendapati laporan tersebut, ujar Mujiatno, pihaknya lantas melanjutkan laporan kepada Tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI AL, Polairud, Polsek Besuki dan Basarnas Trenggalek. Setibanya Tim SAR Gabungan di TKP, petugas lantas melakukan upaya pencarian terhadap korban.
Diketahui, proses pencarian dilakukan secara manual yakni dengan cara petugas menyelam dengan diikat menggunakan di pinggulnya untuk menelusuri dasar sungai. Sayangnya selama satu jam melakukan pencarian terhadap korban, diketahui korban masih belum diketemukan oleh petugas.
“Dikarenakan proses pencarian memakan waktu lama dan hari sudah sore, maka proses pencarian dilanjutkan hari berikutnya,” pungkasnya. (Din/RED)





