Bekasi, BeritaTKP.com – Seorang remaja di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tewas setelah diserang sejumlah orang menggunakan senjata tajam. Polisi telah menangkap tiga orang pelaku, sementara satu orang lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, mengatakan tiga pelaku yang berhasil diamankan berinisial NU, F, dan A. Sementara itu, satu pelaku lain berinisial B masih diburu oleh petugas.

“Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan tiga pelaku berinisial NU, F, dan A,” kata Wuryanti dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.

Peristiwa penyerangan maut itu terjadi di kawasan underpass Tambun, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat, 5 Juni 2026, sekitar pukul 02.30 WIB.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga bilah celurit yang diduga digunakan para pelaku dalam aksi penyerangan tersebut.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Mereka terancam pidana penjara paling lama 15 tahun.

Kasus ini sempat terekam kamera CCTV warga. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah orang membawa senjata tajam jenis celurit berukuran besar.

Wuryanti menjelaskan, peristiwa bermula ketika kelompok pelaku berkumpul di kawasan underpass. Tidak lama kemudian, korban bersama kelompoknya melintas di lokasi tersebut. Kelompok pelaku lalu melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Korban yang masih berusia anak mengalami luka akibat serangan tersebut. Setelah kejadian, korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

“Kemudian juga menyeret korban sampai ke pinggir jalan, sehingga ditemukan oleh warga dan patroli polisi,” kata Wuryanti.

Polsek Tambun Selatan menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional dan tegas. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan atau tindakan yang melanggar hukum.

“Segera laporkan apabila melihat aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujar Wuryanti.

Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Proses penyidikan juga terus dilakukan untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan peran masing-masing pelaku dalam kasus ini.(æ/red)