
Bondowoso, BeritaTKP.com – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasani, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, mengalami keracunan makanan secara massal.
Kabid Pencegahan dan Penaganan Penyakit (P2P) Dinkes Bondowoso, Tuhu Suryono, mengatakan bahwa kejadian ini bermula ketika sejumlah santri datang ke Puskesmas Kotakulon, pada Selasa (4/7/2023) kemarin pagi. Hari itu, para santri mengeluh muntah-muntah hingga demam.
“Kemudian dilaporkan ke Dinkes sekitar pukul 10.00 WIB. Terus dilakukan olah TKP atau penyelidikan di tempat. Ternyata ditemukan sudah banyak temannya yang sakit,” kata Tuhu, Selasa (4/7/2023) kemarin.
Sebanyak 112 santri tersebut langsung dilarikan ke berapa fasilitas kesehatan di Bondowoso. Terutama santri yang memiliki risiko penyakit. “Karena sudah banyak [korbannya], semuanya yang ada risiko kami rujuk ke delapan puskesmas, tiga rumah sakit, satu klinik,” ucapnya.
Tuhu menyampaikan, diduga mereka mengalami keracunan makanan di dalam pondok pesantren. Namun, belum diketahui secara pasti jenis makanan apa tersebut. “Makanan yang dimakan di ponpes. Jadi kan anak santri ini makannya di dalam. Makanya untuk mencari penyebab mungkin ada beberapa sisa makanan kita ambil juga bawa ke lab untuk mencari penyebabnya,” ujarnya.
Dari 112 santri yang keracunan makanan, 8 diantaranya diobservasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sakitnya. Selain itu, 71 santri masih dirawat dan sisanya menjalani rawat jalan. “Jadi 71 yang rawat inap perlu diobservasi dan lainnya 41 dipulangkan,” terangnya.
Tuhu menambahkan, pihak Dinas Kesehatan Bondowoso akhirnya menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kasus keracunan massal ini. “Jadi KLB sudah pasti karena peningkatannya secara bersama-sama dalam satu tempat,” kata Tuhu. (Din/RED)





