Korban keracunan massal yang dirawat di Puskesmas Tanah Kali Kedinding, Kota Surabaya.

Surabaya, BeritaTKP.com – Puluhan warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, mengalami keracunan massal. Diduga, keracunan massal tersebut dialami puluhan warga usai menyantap berbagai menu olahan daging kurban, pada Kamis (29/6/2023) malam lalu, hingga harus dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan pada Jumat (30/6/2023) kemarin.

Sami’is, salah satu keluarga korban keracunan massal mengatakan, setiap tahun warga kampong Kalilom Lor Indah Seruni II memiliki tadisi makan bersama saat Iduladha. Ada tiga menu yang diolah untuk disantap warga satu kampung, yakni sate, gule, dan juga krengsengan.

“Tiap tahun kita punya tradisi makan-makan bersama satu kampung saat Iduladha. Biasanya aman-aman saja, baru kali ini kena musibah. Ada tiga menu yang dimasak, sate, gule sama krengsengan. Harusnya empat menu, tetapi kikilnya belum sempat dimasak,” kata Sami’is, Sabtu (1/7/2023).

Keluarga Sami’is yang menjadi korban keracunan massal adalah anak laki-lakinya yang masih berusia 14 tahun dan juga istrinya. Keduanya masih dalam perawatan di Puskesmas Tanah Kali Kedinding, Kota Surabaya. “Malam itu setelah makan-makan ada jeda beberapa jam, tiba-tiba banyak yang mengeluhkan pusing dan mual. Anak dan istri saya termasuk korbannya dan sekarang dirawat disini (Puskesmas Tanah Kali Kedinding),” jelas Sami’is.

Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa keracunan massal yang dialami warga bisa disebebkan karena banyak hal. Salah satunya bisa karena kebersihan saat mengolah makanan.

Wali Kota Eri juga meminta jajarannya untuk turun melakukan pengecekan, termasuk menangani dan mengantisipasi keracunan bagi warga lainnya. “ Kemarin sudah ada dari teman-teman kelurahan dan kecematan melaporkan. Dicek saja dulu, apa karena masakannya atau karena yang makan tidak kuat.” Jelasnya.

Dia juga mengimbau warga lainnya agar menjaga kebersihan. Terlebih pada momen idul Adha ini cukup banyak yang mengolah daging kurban menjadi aneka menu hidangan. “Sejak awal sudah disampaikan bagaimana cara membersihkannya. Kebersihan harus dijaga, karena bagaimanapun itu memberikan jangan sampai kegiatan yang baik ada mudaratnya,” katanya. (Din/RED)