GUNUNGKIDUL, BeritaTKP.com– Puluhan warga Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, mengalami keracunan setelah mengonsumsi es dawet yang dibeli dari Pasar Playen. Para korban mengeluhkan mual, pusing, muntah, hingga diare, dan sebagian di antaranya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Hingga laporan terakhir, sedikitnya 10 warga dirawat inap di RS Nur Rohmah, sementara korban lainnya menjalani rawat jalan atau telah dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik.
Salah satu korban, Mimi, warga Padukuhan Putat, Kalurahan Bleberan, mengungkapkan kronologi kejadian yang dialami keluarganya. Ia menyebut membeli sejumlah jajanan pasar, termasuk dawet ayu, pada Senin (2/2/2026) pagi di Pasar Playen.
Jajanan tersebut kemudian dikonsumsi bersama anggota keluarga di rumah. Namun pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi seluruh anggota keluarga mendadak menurun.
“Semuanya merasa mual, muntah, dan diare bersamaan,” ujar Mimi, Jumat (6/2/2026).
Sebanyak empat anggota keluarganya mengalami gejala serupa hingga akhirnya mencari pertolongan medis.
Kondisi Sempat Stabil, Lalu Memburuk
Keesokan harinya, Mimi dan keluarganya memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Setelah mendapatkan penanganan awal, mereka sempat diperbolehkan pulang karena kondisi dinilai stabil.
Namun, kondisi Mimi dan anaknya justru memburuk, sehingga keduanya kembali mendapatkan perawatan lanjutan dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk rawat inap.
Belakangan diketahui, keluhan serupa juga dialami oleh warga lain yang membeli jajanan dari lokasi yang sama pada hari tersebut.
Dinkes Lakukan Penelusuran
Petugas Puskesmas Playen 1 bersama tim medis terus memantau kondisi para korban dan memberikan penanganan untuk mencegah dehidrasi serta komplikasi lanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, membenarkan adanya dugaan keracunan makanan massal. Ia menyampaikan bahwa tim surveilans bersama puskesmas telah melakukan penelusuran epidemiologi untuk mengidentifikasi sumber kejadian.
Menurut Ismono, laporan awal menyebutkan seorang warga membeli enam bungkus dawet pada pagi hari dan mengonsumsinya bersama keluarga. Beberapa jam kemudian, seluruh anggota keluarga menunjukkan gejala keracunan.
Namun, laporan kejadian baru diterima petugas lebih dari dua kali 24 jam, sehingga sampel makanan tidak dapat lagi diamankan untuk pemeriksaan laboratorium.
“Kami fokus pada penanganan pasien terlebih dahulu agar tidak ada korban jiwa,” jelas Ismono.
Imbauan Kewaspadaan
Dinas Kesehatan Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam membeli jajanan pasar, terutama terkait kebersihan dan keamanan pangan.
Para pedagang juga diminta menjaga kualitas bahan baku dan proses pengolahan makanan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga kini, petugas kesehatan masih melakukan pemantauan dan mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri jika mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari luar(æ/red)





