Bangkalan, BeritaTKP.com – Dikabarkan dari hasil keseluruhan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Jawa Timur (Jatim) Bangkalan, pagu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Seklah Menengah Kejuruan (SMK) belum terpenuhi seluruhnya. Terdapat selisih 1.822 pagu yang belum dipenuhi.
Moh. Fauzi selaku Kepala Seksi (Kasi) SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Bangkalan menyebutkan hingga akhir masa PPDB, jumlah pagu yang dipenuhi hanya sebanyak 4.600 saja. Padahal, jumlah keseluruhan pagu sebanyak 6.422.
“Iya belum terpenuhi, pagunya 6.422 namun hanya dipenuhi 4.600 saja. Jadi masih ada dua ribuan yang belum terpenuhi,” ungkapnya, Kamis (7/7/2022) kemarin.
Menurutnya, tidak terpenuhinya pagu peserta didik tersebut bukan hal baru. Sebab, setiap tahunnya pagu yang dimiliki Cabdin memang belum pernah terpenuhi. Tetapi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, PPDB tahun ini lebih baik.
“Sebetulnya tiap tahun itu tidak pernah terpenuhi. Total pagu itu kami bagi pada 20 sekolah, antarsekolah tidak sama. Tahun ini ada 3 sekolah yang mampu memenuhi, kalau sebelum-sebelumnya tidak pernah terpenuhi,” imbuh Fauzi.
Salah satu penyebab tidak terpenuhinya pagu siswa tersebut yaitu banyaknya sekolah swasta serta orang tua yang lebih memilih agar anaknya melanjutkan pendidikan di pesantren. Hal seperti itu, lanjut Fauzi, sudah lumrah dan sangat wajar. Mengingat, ada banyak tipe pendidikan yang bisa dipilih oleh setiap anak atau orang tuanya.
“Wajar dan tidak masalah, yang penting sama-sama pendidikan. Sekarang kan kualitas pendidikan sudah sama saja, baik swasta maupun negeri,” ujar Fauzi.
Dia mengimbau setiap sekolah memiliki prestasi yang bisa diunggulkan. Sebab, dengan keunggulan tertentu, sekolah tersebut akan gampang dikenal sehingga akan mudah untuk memenuhi pagu siswa.
“Setiap sekolah itu memang harus ada yang ditonjolkan dari segi prestasi, karena hanya dengan itu bisa menarik minat orang tua dan calon peserta didik,” pungkasnya. (Din/RED)






