JAKARTA, BeritaTKP – Keluarga Wili Mbuik, salah satu ASN asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban penembakan di Papua Pegunungan, mengungkap adanya komunikasi video call dari pihak yang diduga menggunakan ponsel milik korban setelah insiden tersebut.

Keterangan itu disampaikan salah satu anggota keluarga Wili, DM. Menurutnya, ponsel milik Wili disebut masih aktif setelah kejadian dan sempat digunakan untuk menghubungi keluarganya.

Keluarga Dihubungi Dua Kali

DM mengatakan, keluarga Wili menerima dua kali panggilan video. Panggilan pertama disebut ditujukan kepada keluarga di Rote Ndao, sedangkan panggilan berikutnya diterima keluarga di Kupang.

Dalam komunikasi tersebut, pihak yang menelepon disebut menyampaikan akan mengembalikan ponsel milik Wili.

Keluarga kemudian meminta agar perangkat tersebut diserahkan kepada aparat keamanan.

Panggilan video tersebut, menurut keluarga, sempat direkam dan rekamannya kemudian beredar di media sosial.

Wili Disebut Ikut Rombongan Perjalanan Dinas

Menurut keterangan keluarga, Wili berada dalam rombongan petugas dari bidang pertanian dan peternakan Pemkab Jayawijaya yang sedang menjalankan tugas ke masyarakat.

Rombongan menggunakan kendaraan dinas dan membawa kegiatan bantuan serta penyuluhan terkait peternakan.

Keluarga menyebut Wili sebenarnya tidak masuk dalam daftar awal petugas yang ditugaskan. Namun, ia memilih ikut bersama rekan-rekannya untuk membantu kegiatan tersebut.

Dalam perjalanan, rombongan disebut mengalami penyekatan oleh kelompok bersenjata.

Keluarga menyampaikan bahwa sejumlah penumpang kemudian dipisahkan berdasarkan latar belakang mereka. Tiga orang yang disebut sebagai warga pendatang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Aparat Masih Selidiki Penembakan

Keterangan mengenai rangkaian kejadian tersebut masih berasal dari informasi yang diterima keluarga. Mereka mengaku tidak berada langsung di lokasi ketika peristiwa terjadi.

Karena itu, kronologi lengkap dan pihak yang bertanggung jawab masih menunggu hasil penyelidikan aparat.

Sebelumnya, Wili Mbuik diketahui baru sekitar dua bulan berstatus CPNS di lingkungan pemerintahan Papua Pegunungan. Ia disebut telah bertugas di wilayah Jayawijaya sejak 2023.

Kasus penembakan yang menewaskan tiga pegawai Pemkab Jayawijaya tersebut kini masih dalam penanganan aparat keamanan.(æ/red)