Ngawi, BeritaTKP.com – Usai peristiwa tragis dialami oleh salah satu warga Desa Kartoharjo, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi yang ditemukan tewas dengan dugaan terkena listrik dari kawat jebakan tikus, Polsek Ngawi menghimbau masyarakat setempat agat tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik lagi.
Penggunaan kawat terbuka yang dipasang di sekililing sawah dengan dialiri listrik untuk menjebak tikus, malah menyasarkan target yang salah. Cara itu justru kerap menjadi blunder karena ada beberapa korban jiwa berjatuhan akibat jebakan tersebut.
Kapolsek Ngawi AKP Suyadi mengungkapkan jika pihaknya kini gencar mensosialisasikan terkait imbauan itu pada masyarakat. Selain karena berbahaya, baik bagi pemilik maupun orang lain yang beraktivitas di area sawah, jika sampai terjadi orang meninggal atau terluka, si pemasang bisa kena pidana. “Kami pun berikan penjelasan langsung pada para petani yang ada di sawah terkait imbauan agar tak pakai jebakan tikus beraliran listrik,” kata AKP Suyadi, Senin (5/9/2022) kemarin.
Suyadi juga mengimbau masyarakat agar mengurangi pemakaian pupuk kimia yang bersubsidi. Dia mengimbau masyarakat agar memakai pupuk organik. Selain lebih mudah didapat, kandungan dalam pupuk organik tak kalah dengan pupuk kimia bersubsidi. Sehingga produktivitas padi juga tak akan berkurang.
“Ditengah langkanya pupuk bersubsidi ini, sebaiknya masyarakat menyesuaikan ya. Sehingga kami sarankan untuk pakai pupuk organik jika jatah pupuk subsidi yang diberikan masih kurang. Ini juga mendukung program Bhatarling yang digencarkan oleh Kapolres Ngawi AKBP.Dwiasi Wiyatputera,” kata Suyadi. (Din/RED)






