Kediri, Berita TKP – Guna mengantisipasi resiko penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan (PMK) , PolresNganjuk yang tergabung dalam Forkopimda Nganjuk, melakukan bhakti Sosial bersih – bersih lokasi di pasar hewan kedondong guyangan bagor Nganjuk pada jumat (10/06/2022).
Menurit Kapolres nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K, M.H. mengatakan, Polres nganjuk bersama-sama dengan instansi terkait yang tergabung dalam forkopimda bersama-sama melakukan bhakti soaial bersih bersih dipasar hewan untuk antisipasi resiko penyebaran PMK “Kegiatan ini kami lakukan untuk mencegah resiko penyebaran wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan ternak yang diperjual belikan dikala pasar masih lock down, kalau pasar hewan ini bersih resiko penyebaran virus sangat berkurang. “
Pihaknya mengimbau kepada seluruh peternak sapi untuk tetap waspada dengan adanya sebaran virus PMK. Apabila hewan ternaknya mengalami gangguan kesehatan, agar segera melaporkan “Jika menemukan penyakit seperti luka di mulut atau di kuku pada hewan ternak segera laporkan, dan jangan panik,” pungkas Kapolres Nganjuk.
Sementara itu menurut Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA. bahwa dengan diadakanya bhakti sosial ini atas inisitif Kapolres nganjuk untuk berkumpul bersama forkopimda melakukan bhakti sosial dipasar hewan guyangan kedondong dikala masih lockdown dengan tujuan untuk mengurangi resiko penyebaran pmk “Kami bersama sama guyub rukun melakukan bhakti sosial bersih bersih pasar hewan dikala masih masa lockdown, Kita akan berkerja bersama untuk bisa mengatasi resiko penyebaran virus PMK ini. “
Kang marhaen menjelaskan bahwa beberapa pasar hewan di Kabupaten Nganjuk ditutup sementara sampai ada perkembangan adanya kasus virus PMK ini karena sesuai dengan data yang ada bahwa hewan ternak yang terkena virus PMK berjumlah 1747 dengan rincian untuk hewan ternak yg sakit 1327 dan yang sembuh 415 serta yang mati 5 hewan ternak. (Muryati)







