
LAMONGAN, BeritaTKP.com — Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal aktif membuat konten sekaligus menjalankan kegiatan kemanusiaan, memutuskan menghentikan monetisasi kanal YouTube miliknya setelah didatangi seorang petugas yang mengaku melakukan pendataan.
Purnomo mengaku didatangi petugas dari sebuah instansi pemerintah di kediamannya pada 28 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal terkait aktivitasnya sebagai konten kreator turut ditanyakan.
Penghasilan YouTube hingga Rekening Ditanyakan
Menurut pengakuan Purnomo, petugas menanyakan pendapatan dari YouTube selama dua tahun terakhir. Selain itu, pertanyaan juga mencakup kendaraan yang digunakan untuk membuat konten, telepon seluler, peralatan produksi, biaya pembuatan video hingga gaji orang yang membantu mengelola kanal media sosialnya.
Purnomo mengatakan dirinya tetap memberikan keterangan karena menghargai proses pendataan.
Ia bahkan mempersilakan petugas melihat buku rekening dan memberikan nomor rekening agar arus pemasukan serta pengeluaran dapat diketahui.
Purnomo menyebut penghasilan YouTube selama dua tahun terakhir maksimal sekitar Rp25 juta. Aktivitas tersebut disebut berkurang karena dirinya harus mengikuti pendidikan sekaligus menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.
Sementara untuk potensi penghasilan bulanan, Purnomo menyebut angkanya dapat mencapai lebih dari Rp100 juta. Namun, menurutnya, angka tersebut antara lain berasal dari video lama yang kembali mendapatkan penonton.
Sempat Berbeda Perkiraan Harga Ponsel
Purnomo juga menceritakan adanya perbedaan perkiraan mengenai harga telepon seluler yang digunakan untuk membuat konten.
Ia mengatakan perangkat tersebut dibeli dalam kondisi bekas dengan harga sekitar Rp8 juta. Namun, menurut Purnomo, petugas memperkirakan nilainya lebih dari Rp10 juta.
Purnomo meminta agar data yang dicatat berdasarkan informasi yang jelas dan bukan sekadar perkiraan.
Ia juga mempertanyakan alasan dirinya menjadi objek pendataan karena surat yang dibawa petugas, menurut pengakuannya, ditujukan kepada sebuah perusahaan dan bukan secara pribadi kepada dirinya.
Monetisasi YouTube Dihentikan
Setelah peristiwa tersebut, Purnomo memutuskan menghentikan monetisasi kanal YouTube Purnomo Belajar Baik mulai 1 Oktober 2026.
Purnomo mengatakan keputusan tersebut diambil karena tidak ingin aktivitas pembuatan kontennya dipersepsikan semata-mata sebagai upaya memperoleh keuntungan.
Meski monetisasi dihentikan, ia menyebut rekening yang sebelumnya digunakan untuk menerima penghasilan YouTube akan tetap dimanfaatkan untuk kepentingan yayasan.
Dana Dialihkan untuk Kegiatan Sosial
Selama ini Purnomo dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Di luar tugasnya sebagai anggota kepolisian, ia turut merawat ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di sebuah panti yang dikelolanya.
Setelah monetisasi dihentikan, Purnomo mengatakan dana yang masuk akan dialihkan untuk membantu kegiatan yayasan, termasuk mendukung pendidikan lima anak melalui program beasiswa.
Ia menegaskan tetap terbuka apabila ada proses pendataan atau klarifikasi yang dilakukan secara resmi dan memiliki dasar yang jelas.
“Saya sebagai polisi harus terbuka. Yang penting ada suratnya dan jelas,” kata Purnomo.(æ/red)





