Lombok Timur, BeritaTKP.com – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur bersama Tim SAR berhasil mengevakuasi sesosok mayat laki-laki yang ditemukan di Sungai Kokok Balas, Dusun Bila Kembar, Desa Suela, Kecamatan Suela. Minggu (13/10) kemarin.

Penemuan ini mengejutkan warga setempat setelah saksi pertama, Arsyad (17), seorang pelajar, bersama rekannya Dani (15), menemukan tubuh korban dalam kondisi terlentang. Saat dilihat oleh kedua saksi, mayat tersebut digigit oleh biawak di tepi tebing sungai.

“Setelah menerima laporan, Polres Lombok Timur segera berkoordinasi dengan Tim Inafis dan Tim SAR untuk melakukan evakuasi,” jelas Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Usman dalam keterangannya, Senin (14/10).

Tiba di lokasi, lanjut Kasi Humas, tim kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban. Jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Suela untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Iptu Nikolas menerangkan bahwa dari hasil identitas yang dilakukan pihaknya dengan petugas medis, diketahui identitas mayat tersebut bernama Acun (68), seorang petani dari Dusun Dasan Lendang, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba.

Dari keterangan sejumlah saksi termasuk keluarganya, Acun diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan sudah tidak pulang selama kurun waktu lima hari terakhir. Kata pihak keluarga, acun juga kerap kali berjalan kaki tanpa arah di sekitar Desa Suela dan Desa Bebidas.

Lebih lanjut, Iptu Nikolas menjelaskan dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Suela menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan korban diperkirakan sudah meninggal tiga hari sebelum ditemukan diduga akibat kelelahan.

“Meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, kami pihak Kepolisian hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” jelas Kasi Humas Polres Lombok Timur.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.15 Wita, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai dilakukan. (æ/red)