Malang, BeritaTKP.com – Sebuah mobil pikap menabrak barisan peserta karnaval parade sound system atau sound horeg di Jalan Raya Pasar Sayur, Dusun Kedungboto, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Minggu (24/9/2023) kemarin malam.

Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 6 lainnya mengalami luka-luka. “Satu korban meninggal dunia dan enam lain mengalami luka-luka,” kata Kasat Lantas Polres Malang AKP Agnis Juwita.

“Peristiwa terjadi pada Minggu sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah peristiwa tersebut, kegiatan karnaval langsung dihentikan pada pukul 23.30 WIB” katanya Agnis.

Karnaval itu digelar oleh Pemerintah Desa Kedungrejo untuk memperingati Hari Besar Nasional (17 Agustus). Sementara pikap Grand Max yang menabrak sejumlah peserta itu dikemudikan Ustadi (63) warga setempat. Kendaraan tersebut merupakan kendaraan pembawa konsumsi bagi peserta karnaval.

Kejadian bermula saat pikap Grand Max warna putih nopol N 8969 BE yang dikemudikan oleh Ustadi (63), melaju tepat di belakang peserta karnaval yang mengikuti alunan musik dari truk sound system yang berjalan di depannya.

Diduga sopir salah menginjak pedal gas dan kondisi jalan yang menurun, mobil bak terbuka itu akhirnya menabrak peserta karnaval di depannya. “Mobil pikap lepas kendali dan searah di depannya ada 7 pejalan kaki. Karena jarak sudah dekat sehingga terjadi tabrak belakang. Kondisi jalan menurun,” terang Agnis.

Unit Gakkum Sat Lantas Polres Malang telah melakukan olah TKP. Kini, sopir pikap itu tengah menjalani pemeriksaan. “Satu korban meninggal di TKP, karena mengalami luka di bagian kepala. Enam korban luka sudah mendapatkan perawatan di RSSA. Untuk sopir sedang kita lakukan pemeriksaan,” ungkap Agnis.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Renita Sintyasari (15), pelajar SMP, warga Dusun Kedungboto, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, korban meninggal di lokasi karena luka di bagian kepala. Ia meninggal saat dibawa ke Puskesmas Tumpang.

Selain itu, korban luka-luka bernama Fatma (20) mengalami luka bagian hidup, mulut, dan telapak kaki, sekarang dirawat di RSSA Malang. Lalu, Rila Dwi (24), warga asal Dusun Kedungboto luka ptah tulang dirawat di RS Sumber Sentosa Tumpang.

Kemudian, Andini (4), warga Dusun Kedungboto telinganya mengeluarkan darah dirawat di RSSA Malang. Lalu, Andri (21) benjol di kepala dan dirawat di RSSA Malang. Sertam Azril (5), warga Kedungboto mengalami luka kepala dirawat di RSSA Malang. (Din/RED)