Ponorogo, BeritaTKP.com – Ledakan dahsyat terjadi di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Insiden tersebut menewaskan seorang pelajar SMP dan melukai dua orang lainnya.
Peristiwa bermula saat sejumlah remaja diduga tengah merakit petasan untuk balon udara yang biasa diterbangkan menjelang Lebaran. Lokasi kejadian disebut kerap menjadi tempat berkumpul anak-anak muda untuk membuat petasan.
Kepala Dusun Krajan, Desa Plosojenar, Satria Yoga Winata, mengatakan dugaan sementara para remaja tersebut sedang menyiapkan bahan peledak untuk balon udara berekor petasan.
“Kayaknya mau merakit mercon sama balon udara. Markas anak-anak muda sering ngumpul di sini. Semua korban sering ke sini,” ujar Satria, Senin (2/3/2026).
Diduga Dipicu Percikan Rokok
Menurut keterangan sementara, ledakan diduga dipicu percikan api dari rokok saat proses peracikan bahan peledak.
“Pemicunya dari rokok. Infonya mau coba-coba itu akhirnya meledak,” tambahnya.
Seorang warga setempat, Bonari, mengaku aktivitas merakit petasan di lokasi tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Meski telah beberapa kali ditegur, para remaja disebut tidak mengindahkan peringatan tersebut.
“Sudah sering bikin merakit. Sudah ditegur berkali-kali, tapi nggak pernah digubris,” katanya.
Balon Udara Berekor Petasan Jadi Sorotan
Fenomena balon udara yang dilengkapi petasan memang kerap muncul saat Ramadan hingga Lebaran di wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Selain membahayakan keselamatan pembuatnya, balon udara liar juga berisiko mengganggu penerbangan serta memicu kebakaran saat petasan jatuh ke permukiman warga.
Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat. Warga berharap ada pengawasan lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami asal-usul bahan peledak serta kemungkinan adanya jaringan perakit petasan di wilayah tersebut.(æ/red)





