
PASURUAN, BeritaTKP.com — Pesan WhatsApp menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus kematian Mohammad Ilham Azhari, pelajar SMK 1 Sukorejo, Pasuruan. Sebelum ditemukan meninggal dunia di kawasan kebun kopi Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Ilham sempat mengirim pesan kepada seorang teman karena mengaku sedang menghadapi masalah dan tidak berani pulang.
Ilham diketahui meninggalkan rumah pada Kamis (1/10/2026) sore. Dua hari kemudian, keluarga dan warga menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia.
Sempat Minta Tolong Lewat WhatsApp
Sebelum pergi, Ilham berpamitan kepada orang tuanya untuk latihan voli sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun sekitar pukul 18.22 WIB, Ilham mengirim pesan kepada seorang temannya. Pesan tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk awal bagi keluarga untuk mencari keberadaannya.
Kepala Dusun Dayu, Desa Dayurejo, Eko Wahyudi, mengatakan pesan tersebut berisi permintaan pertolongan karena Ilham mengaku sedang menghadapi persoalan besar.
Setelah menerima informasi itu, keluarga bersama warga langsung berupaya mencari keberadaan Ilham.
Jejak Motor Mengarah kepada Kerabat
Pencarian berlanjut hingga Jumat (2/10/2026). Petunjuk kemudian mengarah pada sepeda motor Honda Beat milik Ilham yang diketahui berada di wilayah Desa Keduruan, Kecamatan Sukorejo.
Kondisi kendaraan saat ditemukan sudah tidak menggunakan pelat nomor. Ayah korban kemudian meminta bantuan kepala desa setempat untuk memastikan identitas kendaraan tersebut.
Setelah ditelusuri, kendaraan itu diketahui merupakan milik Ilham dan diduga berpindah tangan melalui seorang kerabat korban berinisial Wy.
Wy kemudian diamankan keluarga dan warga untuk dimintai keterangan mengenai keberadaan Ilham.
Keterangan Terduga Pelaku Berubah-ubah
Saat dimintai keterangan, Wy disebut memberikan informasi bahwa Ilham berada di wilayah Kejayan.
Warga kemudian melakukan pencarian ke lokasi yang disebutkan. Namun, Ilham tidak ditemukan.
Keterangan Wy yang berubah-ubah membuat keluarga akhirnya menyerahkan yang bersangkutan kepada polisi.
Untuk mencegah situasi berkembang di tengah banyaknya warga yang berkumpul, Wy kemudian diamankan ke Polsek Prigen.
Sempat Ikut Mencari Korban
Hal yang membuat warga semakin tidak menyangka, Wy disebut sempat ikut dalam pencarian Ilham.
Menurut Eko, kerabat korban tersebut bahkan sempat membantu warga yang mencari keberadaan Ilham.
Pada saat itu, warga belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi terhadap pelajar tersebut.
Hingga akhirnya pada Sabtu (3/10/2026) dini hari, Ilham ditemukan di kawasan kebun kopi Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi.
Wy Ditetapkan sebagai Tersangka
Setelah melakukan penyelidikan, Satreskrim Polres Pasuruan menetapkan Wy (24) sebagai tersangka dalam kasus kematian Ilham.
Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono bersama Kasat Reskrim AKP Rizky Akbar Kurniadi menyampaikan perkembangan kasus tersebut dalam konferensi pers pada Sabtu (3/10/2026).
Polisi menyebut motif sementara berkaitan dengan dugaan upaya tersangka menguasai sepeda motor korban.
Motor Korban Digadaikan Rp2,4 Juta
Menurut penyidik, sepeda motor Honda Beat milik Ilham kemudian diduga digadaikan kepada seseorang berinisial BU dengan nilai sekitar Rp2,4 juta.
Uang tersebut disebut digunakan untuk menebus sepeda motor milik tersangka yang sebelumnya juga telah digadaikan.
Polisi juga menyebut Wy diduga kerap bermain judi online dan baru mengalami kekalahan.
Namun, informasi mengenai kebiasaan tersebut merupakan bagian dari keterangan dan hasil penyidikan polisi yang masih menjadi dasar pengembangan perkara.
Polisi Ungkap Rangkaian Kejadian
Polisi menyebut peristiwa bermula ketika Wy meminta Ilham menjemputnya di wilayah Sukorejo pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Keduanya kemudian pergi menggunakan sepeda motor milik korban menuju kawasan Leduk.
Sekitar pukul 17.30 WIB, mereka tiba di Jalan Tegalan, Dusun Tonggowah, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.
Di lokasi tersebut, polisi menduga terjadi tindak kekerasan yang menyebabkan Ilham meninggal dunia.
Setelah itu, tersangka diduga berupaya menyembunyikan keberadaan korban dan menghilangkan jejak.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk keterangan saksi dan barang bukti yang telah diamankan.
Keluarga Kehilangan Anak Bungsu
Kepergian Ilham meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.
Ayah korban, Nasifudin, terlihat tidak kuasa menahan tangis saat pemakaman putranya. Ilham merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.
Polisi memastikan perkara tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh fakta yang terjadi sebelum hingga setelah kematian korban.
Kapolres Pasuruan menyatakan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan serta akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (xoxo)





