Ponorogo, BeritaTKP.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Laeu Ds ( KPH Lawu Ds ) mentargetkan keberhasilan tanaman rutin dan crash program untuk tahun 2021 dengan persentase 100% baik untuk tanaman pokok maupun tanaman penunjang maka dari itu mengelar Job Training Tanaman Tahun 2021 bertempat di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Cepoko Petak 47b1 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH ) Ponorogo Timur. Jumat (3/12).

Materi utama dalam job training kali ini adalah tentang Tanaman Pinus Silin dengan  jarak tanam 6×3 m.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap Manajeman KPH, Asper/KBKPH, KRPH dan mandor tanam/pemeliharaan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Forpimka Ngrayun Kabupaten Ponorogo dan Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIK).

Kegiatan job training tanaman Tingkat KPH Lawu Ds bertujuan untuk menyamakan persepsi, pemahaman dan meningkatkan kemampuan petugas dalam pembuatan / pemeliharaan tanaman dengan berpedoman pada petunjuk teknis yang berlaku.

Sementara itu Kepala Seksi Pembinaan SDH dan Perhutanan Sosial Eko Budi Prasetyo  memberikan materi dan bimbingan teknis pembuatan dan pemeliharaan tanaman mulai dari pembuatan lubang, pemupukan dengan pupuk kandang, penanaman, sulaman, pendangiran sampai pemupukan an-organik dengan memperhatikan tata waktu pelaksanaannya.

Administratur KPH Lawu Ds, Loesy Triana menyatakan moment  job training juga digunakan Perhutani untuk membangkitkan semangat segenap Asper,  KRPH dan mandor tanam,” Ujarnya

kita berharapa keberhasilan tanaman dimulai dari sejak penyiapan bibit di persemaian, penanaman sampai pemeliharaan dan yang tidak kalah pentingnya adalah semangat segenap Asper beserta jajaran dibawahnya.” Tegas Loesy

Keterbatasan sumber daya manusia, jauhnya medan dan permasalahan sosial lainnya di masyarakat jangan sampai meredam semangat kerja, Justru harus saling memacu diri untuk melakukan yang terbaik dan memaksimalkan kinerja di lapangan.

Loesy Triana juga membagikan bibit tanaman kepada Forpimka Kecamatan Ngrayun berupa bibit buah klengkeng, jambu air, alpokat aligator dan mangga.

Selanjutnya praktek lapangan pembuatan Bajos terhadap tanaman pohon pinus dibagi menjadi 9 (Sembilan) regu sesuai dengan jumlah BKPH yang ada dan dipimpin oleh masing-masing Asper.

Setelah praktek lapangan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. @red (Kom-PHT/Lwds/Eko).