Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian terhadap siswa SMPK Fransiskus Ruteng, NTT yang tenggelam di air terjun Tiwu Pai Wontong

Ruteng, BeritaTKP.com – Operasi pencarian terhadap seorang siswa SMP bernama Armada W. Jeferson (13) yang tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai Wontong, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dihentikan. Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, korban dinyatakan hilang.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan keputusan penghentian operasi SAR diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur SAR gabungan dan keluarga korban.

“Pada hari ini operasi pencarian resmi ditutup dan korban dinyatakan hilang karena hingga hari ketujuh tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Fathur, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan operasi SAR, tim gabungan telah melakukan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Dengan hasil pencarian nihil, maka berdasarkan kesepakatan bersama seluruh unsur SAR dan keluarga korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. Namun, apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi dapat dibuka kembali,” jelasnya.

Dengan ditutupnya operasi pencarian, seluruh personel SAR gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Peristiwa tenggelamnya korban terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026. Saat itu, Armada W. Jeferson yang merupakan siswa SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng berwisata bersama teman-temannya ke Air Terjun Tiwu Pai Wontong. Sekitar pukul 09.30 WITA, korban dilaporkan melompat ke kolam air terjun dan kemudian tenggelam.

Upaya pencarian awal dilakukan oleh personel Polsek Reok, Satpol Air, Koramil, serta dibantu warga setempat. Namun, pencarian menghadapi kendala berupa keterbatasan peralatan dan kondisi medan yang sulit.

Setelah menerima laporan, Kantor SAR Maumere mengerahkan personel dari Pos SAR Manggarai Barat untuk memperkuat pencarian. Meski demikian, hingga hari ketujuh, korban belum berhasil ditemukan.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus pengingat pentingnya kewaspadaan dan pengawasan ketat saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya di lokasi perairan yang berisiko tinggi.(æ/red)