
Surabaya, BeritaTKP.com – Upaya pencarian balita perempuan bernama Sinta (3) yang hilang tenggelam di Sungai Jalan Karah, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya, resmi dihentikan, pada Minggu (2/7 2023) lalu.
Penghentian ini dilakukan setelah tim SAR melakukan pencarian selama tujuh hari. “Operasi SAR kecelakaan air balita tenggelam resmi ditutup,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Surabaya, Buyung Hidayat Rachman, Minggu (2/7/2023).
Buyung mengatakan, jangka waktu pencarian 7 hari tersebut sudah sesuai dengan Standar Operasional Pekerjaan (SOP). “Hasil pencarian, satu korban berinisial L (2) ditemukan meninggal dunia, dan satu korban berinisial S masih belum ditemukan. Sesuai SOP dihentikan karena sudah tujuh hari,” jelasnya.
Hal itu mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan pada Pasal 34 ayat (1). Di pasal tersebut tertulis bahwa pelaksanaan operasi tim SAR dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 7 hari.
Octavino selaku Komandan Tim Basarnas mengatakan sebelum operasi SAR diberhentikan 150 personil gabungan baik dari instansi pemerintah maupun relawan telah melakukan pencarian korban secara maksimal dari pagi hingga malam.
https://www.instagram.com/reel/CuO8ekONXNi/?igshid=NjFiZTE0ZDQ0ZQ==
Tim SAR melakukan pencarian dalam radius sejauh 45 kilometer dari dugaan awal korban jatuh ke sungai. Titik itu menyisir pintu air Jagir dan Dermaga Mangrove Wonorejo. “Ada 8 tim selam dan 12 unit kapal karet yang sudah kami kerahkan ke lokasi,” kata Octavino.
Selama pencarian, tim seringkali terkendala keberadaan eceng gondok. Korban di hari kedua-ketiga sempat diprediksi tersangkut di eceng gondok yang mengapung dekat pintu air Gunung Sari. Lokasi itu menjadi titik korban pertama ditemukan. Sayangnya, keberadaan Sinta di sana tidak ditemukan.
Sementara itu, Kapolsek Karang Pilang, Kompol A Risky Fardian, memastikan meskipun operasi SAR telah berhenti pihaknya bersama keluarga korban dan masyarakat tetap melakukan ikhtiar. Setiap malam, pihak keluarga korban menggelar doa bersama di rumah duka. Kemudian, pihaknya juga
Pihak keluarga setiap malam menggelar doa bersama di rumah duka. Kemudian, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan warga yang tinggal di bibir sungai dan petugas pintu air sungai. Apabila melihat korban berada di sungai diminta untuk segera melapor.
Diberitakan sebelumnya, dua balita bernama Latif (2) dan Sinta (3) dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Jalan Karah, Kota Surabaya, pada Minggu (25/6/2023) sore lalu. “Keterangan dari kakak korban, sekitar pukul 12.45 WIB mereka ditinggal membeli bakso. Kedua adiknya itu masih bermain pasir dan bersepeda,” kata Petugas Command Center 112 Surabaya, Amir Rahmat.
Setelah sang kakak selesai membeli bakso, kedua adiknya sudah tidak ada. Hasil pantauan dari CCTV, baru diketahui bahwa kedua balita itu bermain di dekat sungai. Setelah itu, keduanya hanyut di dalam sungai dan tidak terlihat lagi.
Korban yang bernama Latif ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Balita tersebut ditemukan di kedalaman air sekitar 100 meter pada Minggu (26/6/2023), sekitar pukul 16.40 WIB. Sedangkan, balita bernama Sinta masih dalam tahap pencarian. (Din/RED)





