DIY, BeritaTKP.com – Bulan Ramadhan sudah didepan mata sejumlah lokasi di Kota Yogyakarta biasanya akan menggelar pasar sore jelang waktu berbuka.
Pemerintah Kota Yogyakarta mengizinkan pasar sore digelar dengan syarat tetap menjaga protokol kesehatan.
“Pasar sore Ramadhan ya sama dengan pasar lain penjarangan (jaga jarak) tempat dagangnya supaya tidak berimpitan. Ada upaya menjaga protokol kesehatan dengan baik,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Jumat (1/4).
Heroe menjelaskan selama pandemi ini, beberapa kali pasar sore Ramadhan sudah berjalan dengan baik. Dia pun percaya pada pengelola pasar sore dan masjid-masjid bisa menggelar dengan baik.
“Tahun kemarin sebenarnya sudah kita lakukan dan saya yakin dan percaya para pengelola pasar sore dan masjid-masjid sudah mampu. Bagaimana menjadikan perhelatan Ramadhan itu bisa nyaman bagi kita semuanya, termasuk dalam pasar sore Ramadhan itu bisa dilakukan,” katanya.
Pemkot Yogyakarta hanya akan turun tangan memberikan imbauan apabila ditemukan terjadi kerumunan di pasar sore.
“Jadi kita percayakan saat ini kepada teman-teman di Satgas Kemantren dan juga para satgas terutama mereka yang menyelenggarakan pasar sore,” katanya.
Sementara itu, untuk tarawih, Haroe mengatakan bahwa boleh dilakukan di masjid dengan maksimal 50 persen dari kapasitas. Hal serupa juga berlaku untuk pengajian di masjid dan Nuzulul Quran.
“Sekarang (tarawih kapasitas) 50 persen. Pengajian 50 persen. Perayaan Nuzulul Quran 50 persen. Dan sampai saat ini takbir juga masih diminta di masjid saja tidak di jalan,” pungkasnya. (RED)






