Kediri, BeritaTKP – Pada Rabu (8/6) dan Kamis (9/6) sela Dua hari Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) gelar inovasi dan teknologi pertanian yang diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Papar Kediri.

Diadakannya gelar inovasi dan teknologi pertanian itu diharapkan petani bisa belajar dan menyaksikan langsung perkembangan teknologi terkini.

Gelar inovasi dan teknologi pertanian langsung dibuka oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

dan dalam sambutanya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong petani di Kabupaten Kediri semakin memiliki daya tawar dan mampu meningkatkan nilai jual atas komoditas pertanian. Untuk mencapai bargaining itu, petani diharapkan semakin paham kualitas dari komoditas yang ditanam, mampu meningkatkan nilai jual atas komoditas pertanian “Teman-teman petani harus tahu, sejauh apa nutrisi, kualitas dari tanaman yang jenengan miliki, setelah itu jenengan punya daya tawar, bargaining punya sikap kalau ditawar murah ya nggak bisa,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dihadapan para petani dalam acara itu.

Dengan digelarnya inovasi dan teknologi pertanian di BPP Papar, Kediri ini dipamerkan pelatan modern bidang pertanian, tiap produsen benih misalnya disediakan lokasi untuk menunjukkan hasil produk andalannya.

Menurut Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito, pemerintah saat ini telah memberikan kesempatan bagi petani yang tergabung dalam Gapoktan agar dapat berdiskusi dengan produsen benih maupun pupuk. Dari diskusi itu, apa yang menjadi kebutuhan petani termasuk kendala yang ditemui bisa disampaikan melalui BPP.

“Tahun 2022 ini kita sudah ada 12 BPP, tahun 2023 nanti kita akan menyelesaikan 26 BPP, jadi 2023 kita sudah tuntas BPP (di semua kecamatan),” harap Mas Dhito.

BPP merupakan prasarana penunjang bagi penyuluh pertanian termasuk untuk sosialisasi dan alih teknologi bidang pertanian. Adanya BPP itu, lanjut Mas Dhito, diharapkan mampu menarik kalangan milenial untuk mau terjun dalam dunia pertanian.

“Petani muda banyak dan saya yakin 2024 sampai terus ke depannya Kabupaten Kediri tidak akan pernah mengalami kesulitan dalam bidang lumbung pangan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Anang Widodo menambahkan, pihaknya mengelar inovasi dan teknologi pertanian sebagai bentuk pelaksanaan untuk mendukung visi misi Bupati dalam pengembangan kawasan agropolitan khususnya di Kabupaten Kediri wilayah utara.

Disebutkan, kawasan Pagu, Plemahan, Papar dan Purwoasri (Palempari) merupakan sentra tanaman pangan. Sebagaimana dalam demplot yang ada di BPP itu, mayoritas yang dijumpai berupa tanaman pangan khususnya jagung.

Kegiatan gelar inovasi dan teknologi pertanian itu diadakan selama dua hari, 8-9 Juni 2022 dan didukung 17 pabrik formulator baik benih maupun obat-obatan. Selama dua hari itu dijadwalkan ada 1000 petani yang akan ikut dalam kegiatan“Harapannya petani mendapatkan ilmu yang maksimal karena tiap demplot disediakan spot untuk berdiskusi.”(Kom/Dlg)