Jember, BeritaTKP.com – Beredarnya pembertaan di salah satu media streaming terkait pengeboran air membuat pemerintah desa kaliwining kecewa, pasalnya pemberitaan tersebut hanya sepihak tanpa nara sumber yang jelas,dalam vidio tersebut mengatakan masyarakat tidak butuh air bersih, namun sebenarnya masyarakat sangat butuh bahkan warga sampai saat ini berharap dan sepakat untuk melanjutkan kesepakatan pada saat rapat beberapa bulan lalu.

Menurut keterangan wakasun Abdul Azis,selama ini belom pernah ada masyarakat mengeluh terkait sumur bor tersebut,wakasun kaget kok tiba tiba ada berita kayak gini, wakasun menghimbau kepada masyarakat tugusari agar tidak mudah termakan oleh isu isu yang belum tentu kebenarannya,ungkapnya.

Sementara keterangan dari kasun tugusari bpk muslim,tidak membenarkan kalok warga tugusari ada yang mengeluh dan merasa di aniaya,karena selama ini tidak ada satupun masyarakat komplain,karena masyarakat sudah tau kalok ada tahapan lain nantinya yang akan di lakukan oleh pemerintah desa, ujarnya.

Sementara keterangan dari bendahara desa selaku kaur keuangan A, HAMZAH menjelaskan sebenarnya terkait sumur bor tersebut dengan anggaran 90 juta dengan volume 141 meter,ini sudah termasuk tandon air,namun sementara pengeboran peratama sudah mencapai 160 meter air belum juga arteris, sehingga masyarakat sepakat minta di lakukan pengeboran lagi di lain titik namun hasilnya sama, dengan kedalaman 110 meter juga tidak bisa mengularkan air, sehingga masyarakat sepakat untuk di buatkan tandon dan dap penarik air.

Kalo kita mengikuti rap sebenarnya dengan kedalaman 141 namun di sini sudah kami upayakan dua titik dengan nominal 270 meter,ini kan sudah melebihi dari rap.dan ini akan tetap berlanjut dan bukan proyek mangkrak, seharusnya tanya dulu pada pemerintah desa dan pihak pihak terkait, namun selama ini belum pernah ada satupun masyarakat dan wartawan yang datang meminta klarifikasi.ungkapnya

Di lanjut keterangan sekertaris desa Ahmad Irfan,juga sangat kecewa terhadap pemberitaan tersebut, harus nya klarifikasi dulu sebelum mebuat berita, tanyakan dulu proyek ini selesai apa belum,kalok kayak gini kan hanya sepihak,ini bukan di biarkan namun masih menunggu penggarapan tandon, ujarnya

selaku pelaksana dari pengeboran.juga bingung karena tidak pernah merasa di datangi oleh wartawan guna klarifikasi terkait kedalaman dan lain lain, proyek ini bukan berheti atau di biarkan melainkan kami sudah menyiapkan tandon untuk penampungan air.

Selanjutnya seluruh jajaran pemerintah desa turun langsung ke lapangan guna klarifikasi kepada warga dan di hadiri oleh BPD.

Wasyarak setempat terutama yang punya lahan sangat setuju dan mendukung program ini,dan berharap agar sumur bor ini tetap di lanjut. (xoxo)