Jember, BeritaTKP.com – Pekan ini harga daging di kabupaten Mojokerto tidak terkendali, meroket hingga Rp 120 ribu dari harga normal Rp 100 ribu/Kg. Keikan harga daging ini imbas dari wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Rakyat Kedungmaling, Kecamatan Sooko, menceritakan,kenaikan harga ini imbas dari wabah virus dan saat ini telah sudah menjangkiti ribuan sapi di 18 kecamatan ini, sangat berpengaruh terhadap omzet penjualan. Hari biasa sebelum PMK mereka bisa menjual 150 kilogram daging, sejak PMK penjualan turun jadi 80 kilogram per hari,
Penurunan omzet itu akibat konsumen mengurangi pembelian,pembeli takut bila daging ternak itu terinfeksi PMK. Mereka adalah pelaku kuliner rawon, soto, hingga sate. Dulu biasa beli 5 kilogram, sekarang mereka mengurangi jadi 2 kilogram.Selain itu, warga juga takut makan daging
terjadi penurunan omzet, namun malah membuat harga kian melambung. Dari harga Rp 100 ribu per Kg , kini paling mahal Rp 120 ribu perkilogram. Itu untuk daging bagian paha dan memiliki kualitas tertinggi. Kalau stok sampai sekarang masih melimpah, tapi soal harga memang tidak bisa turun sejak Lebaran lalu, bahkan terus naik.
Iwan Abdillah Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto menegaskan, wabah PMK berdampak pada penjualan daging di pasar tradisional. Terbukti, hasil sidak dari tiga pedagang daging di Pasar Rakyat Kedungmaling, semuan mengaku terjadi penurunan omzet antara 20 sampai 30 persen. (Din/RED)






