Surabaya, BeritaTKP.com – Penemuan mayat wanita misterius berusia 21 hari di gudang peluru benteng kedung cowek, Kota Surabaya menggemparkan warga sekitar. Banyak dugaan kuat bahwa mayat tersebut merupakan milik gadis SMP yang diketahui menghilang sejak 16 April 2023 lalu.

Hal itu diperkuat dengan keterangan pasangan suami istri (Pasutri) Waluyo (56) dan Marleyem (53), warga Kedung Mangu Timur III/10a, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Dengan adanya, penemuan mayat itu, pihak pasutri diberitahu oleh Polsek Kenjeran.

Saat ditemui di kediamannya, Waluyo dan Marlayem membenarkan, bahwa penemuan mayat itu memang benar putrinya lewat ciri pakaian dan cincin serta anting yang dikenakan mayat itu. “Memang benar dari ciri pakaian dan adanya cincin serta anting anting itu adalah putri saya. Namun untuk anting anting tinggal sebelah,” ujar Marlayem, Senin (8/5/2023) kemarin.

Sebelum dinyatakan hilang, Marleyem mengatakan saat itu putrinya berpamitan kepadanya dan sang suami bahwa akan mengikuti belajar kelompok, pada Minggu (16/4/2023) pagi. “Putri saya pamit untuk belajar kelompok kerumah temanya yang di Bulak banteng,” cerita Marlayem, Senin (8/5/2023) kemarin.

Namun hingga sore hari tiba, gadis bernama Nurdiyana tersebut tak kunjung pulang. Kemudian, Setiawan Adi yang merupakan kakak dari Nurdiyana mencari ke rumah teman satu kelas adiknya bernama Luluk. Dari keterangan teman korban, kerja kelompok tersebut dilaksanakan pada hari Senin, bukan hari minggu.

Hingga keesokan harinya, Senin (17/4/2023), korban tak kunjung pulang, lantas keluarga memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kenjeran. Dari hasil penyelidikan, korban diketahui mengenal 3 Pemuda SMA yaitu Aken warga Karangrejo, Yopi dan Rehan warga Pulo Wonokromo.

Keterangan tersebut didapatkan Adi bersama orang tuanya lewat pernyataan Luluk yang merupakan teman satu kelas korban. “Saya mendapat keterangan dari Luluk, bahwa adik saya kenal dengan tiga pria yaitu Yopi, Aken dan Rehan melalui media sosial. Dari situ saya langsung ke rumah remaja bernama Aken, untuk mempertanyakan posisi adik saya,”jelas Setiawan Adi.

Saat mendapatkan informasi dari Luluk, lantas keluarga korban bersama Polsek Kenjeran menuju ke rumah Aken. “Setelah mendapat keterangan dari Luluk, kami langsung ke rumah Aken. Dia memberikan keterangan pada Minggu 16 April 2023 sore, Nurdiyana bersama Yopi dan Rehan berada di gudang peluru Kenjeran. Dan sempat Yopi video Call kepada Aken. Dari info itu saat itu juga Selasa 18 April 2023 kembali datangi Polsek Kenjeran dan memberikan informasi pengakuan Aken,” tambahnya.

Namun, meski ada informasi tersebut, sejak 18 April 2023, korban masih belum ditemukan. “Setelah saya beri tahu polisi dugaan adik saya ada apa apa di gudang peluru, tapi hingga beberapa minggu polisi belum menemukan apa apa. Katanya Polsek Kenjeran sudah disisir Sekitaran pantai gudang peluru Kenjeran,” geram Setiawan Adi. (Din/RED)