
Medan, BeritaTKP.com – Aksi heroik seorang perempuan pekerja laundry berhasil menggagalkan upaya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Abdul Sani Muthalib, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Berkat keberaniannya berteriak, komplotan pelaku yang panik dibuat jatuh bangun hingga akhirnya gagal total membawa kabur motor incarannya.
Pekerja laundry pemberani tersebut bernama Indah Syahfiri. Ia menceritakan bahwa insiden bermula saat kedua pelaku yang berboncengan satu motor terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian untuk memantau situasi.
“Dalam rekaman kamera CCTV, tampak kedua pelaku berbagi peran. Seorang bersiaga di atas motor dalam kondisi menyala, dan seorang lagi bertugas mengeksekusi sepeda motor yang dianggap mudah dicuri,” ungkap Indah, Minggu (28/6/2026).
Detik-Detik Aksi Pencurian Digagalkan
Dalam aksinya, sang eksekutor sempat berhasil merusak kunci kontak sepeda motor Honda Beat milik majikan atau pelanggan laundry menggunakan alat bantu berupa kunci T. Namun, tepat saat pelaku hendak membawa kabur kendaraan tersebut, Indah memergoki aksinya.
Tanpa memedulikan keselamatan dirinya, Indah spontan berlari keluar ruangan sambil berteriak histeris. Nyali kedua pelaku seketika langsung ciut dan mental mereka runtuh akibat teriakan tersebut.
“Saya melihat motor mau dibawa kabur, seketika langsung berlari sambil berteriak. Pelaku yang panik dan kelabakan bahkan sempat terjatuh dari kendaraan yang dicurinya,” sambung Indah.
Menyadari situasi mulai tidak aman dan warga sekitar mulai berdatangan karena mendengar teriakan, kedua pelaku akhirnya kabur tunggang-langgang dengan tangan kosong, meninggalkan sepeda motor yang hendak mereka curi di lokasi.
Komplotan Spesialis yang Meresahkan
Berdasarkan analisis rekaman kamera pengawas (CCTV), Indah mengenali ciri-ciri fisik para pelaku. Ia menduga kuat bahwa komplotan ini merupakan sindikat spesialis curanmor yang sudah sering beraksi dan meresahkan warga di sekitar wilayah Medan Marelan.
Warga setempat kini mendesak pihak kepolisian untuk segera turun tangan memburu dan menangkap para pelaku agar tidak ada lagi korban-korban berikutnya yang kehilangan kendaraan.
“Kalau tak diungkap, tidak menutup kemungkinan mereka akan beraksi kembali,” tegas Indah.
Respons Cepat Kepolisian
Menanggapi peristiwa yang rekamannya telah beredar luas dan viral di tengah masyarakat tersebut, pihak kepolisian langsung angkat bicara. Aparat memastikan akan tetap melakukan penyelidikan mendalam, meskipun korban pada saat itu belum secara resmi membuat laporan polisi ke Mapolsek.
“Kita masih selidiki meski korban belum membuat laporan,” ujar Kanitreskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi, SH, MH, saat dikonfirmasi via sambungan telepon seluler.(æ/red)





