Jombang (beritajatim.com) – Rumah milik M Yahya (45) warga Dusun Binorong Desa Kedunglumpang Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang ludes terbakar, Minggu malam (21/8/2022). Dugaan sementara, api muncul dari tabung elpiji yang bocor. Api kemudian menjalar ke seisi rumah. Bagian atap yang paling parah.

Jombang, BeritaTKP.com – Sebuah rumah milik salah satu warga Dusun Binorong Desa Kedunglumpang Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang ludes terbakar, pada Minggu (21/8/2022) kemarin malam. Kemunculan api pada kebakaran ini diduga berasal dari tabung elpiji yang bocor, sehingga api menjalar ke seisi rumah, dan bagian atap terdampak paling parah.

Penampakan rumah milik M Yahya saat terbakar.

Tak hanya mengahunguskan rumah milik M Yahya (45), kebakaran tersebut juga menyebabkan satu orang mengalami luka bakar, yakni Sokip (37), saudara pemilik rumah. “Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp55 juta. Atap rumah habis. Barang elektronik bisa diselamatkan,” kata Kades (Kepala Desa) Kedunglumpang Juprianto.

Juprianto menjelaskan, kebakaran itu bermula ketika keluarga Yahya hendak melakukan tasyakuran Kemerdekaan ke-77 RI. Acaranya mengundang warga untuk makan bersama. Untuk itu, ada kesibukan di rumah tersebut. Sebanyak delapan ibu-ibu warga sekitar ikut membantu memasak.

Sekitar pukul 20.00 WIB muncul masalah. Tabung elpiji yang digunakan untuk memasak macet. Seorang ibu berusaha membetulkan elpiji yang rusak itu. Tabung ukuran 3 kilogram diketok-ketok. Tabung justru jatuh dan regulatornya terlepas. Sejurus kemudian api menyambar. Karena tabung tersebut berada di dekat kompor lain yang sedang dipakai untuk memasak.

Kompor dan tabung elpiji yang hampir terbakar diamankan polisi.

Ibu-ibu yang berada di daur kebingungan, mereka berteriak minta tolong. Tak lama kemudian, warga pun berdatangan, namun kuatnya hembusan angin membuat api semakin cepat menyebar. Bahkan kobaran api cepat sampai ke atap rumah dan membabat habis kayu atap dengan liar. Warga yang datang di lokasi langsung mengeluarkan peralatan elektronik milik tuan rumah untuk diselamatkan.

Warga yang melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya kalah cepat dengan sebaran api. Hingga akhirnya perangkat desa menghubungi Polsek Mojoagung dan petugas PMK (pemadam kebakaran). Sekitar 1,5 jam kemudian si jago merah berhasil dipadamkan. “Api padam pada pukul 21.30 WIB,” ujar Kepala PMK Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Syamsul Bahri. (Din/RED)