Pasuruan, BeritaTKP.com – Aksi keributan terjadi di Mushola Baitus Silmi yang berada di Dusun Bejigeneng, Desa Purworejo, Pasuruan, pada Selasa (20/6/2023) malam. Keributan itu terjadi karena adanya gesekan yang terjadi antara warga beserta Patriot Garuda Nusantara dengan kelompok yang berpaham khilafah di indikasikan Ex HTI Keasdiran Pasuruan Raya yang di pimpin oleh Idris Zainudin.
Kegiatan yang mengatasnamakan Miltaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Pasuruan 1444H tersebut mengusung tema “Khilafah memgakhiri hegemoni dollar dengan dinar dan dirham”.
Mushola Baitus Silmi yang dikelola oleh Ahmad Sukirno pada tahun 2018 juga pernah dibubarkan warga karena diduga merupakan pengikut kelompok ex HTI, dan mushola tersebut ternyata belum memiliki ijin pendirian, Ijin pendirian yang diajukan adalah rumah tempat tinggal, yang sebetulnya kurang etis dikarenakan sekitar 50m dari tempat tersebut berdiri masjid yang besar dan layak.
Baehaqi selaku Kepala Dusun menerangkan bahwa sering dilakukan kegiatan di tempat tersebut dan tidak pernah melakukan ijin ataupun mengabari perangkat setempat terkait kegiatan yang akan digelar, beliau juga menerangkan bahwa masyarakat sudah geram dan tidak mau adanya kegiatan yang tertutup di tempat tersebut, apalagi hadir beberapa orang dari luar kota.
Emosi masyarakat yang memuncak memutuskan untuk mendatangi kegiatan tersebut dikarenakan backdrop yang tertulis jelas memuat kalimat khilafah yang jelas sudah dilarang.
Pada saat ini pemerintah sudah melarang kelompok HTI yang merupakan perwujudan kelompok yang getol ingin mengganti konstitusi Indonesia dengan khilafah.
Akhir dari keributan yang terjadi warga meminta agar tidak ada lagi kegiatan yang dilakukan dengan tidak memberi tahu warga apalagi membahas ideoligi yang dilarang dan beberapa peserta kegiatan tersebut dipaksa meninggalkan lokasi kegiatan. (red)





