Madiun, BeritaTKP.com – Pelaku pembunuh ladies companion (LC) bernama Miftachul Barokah yang mayatnya ditemukan terikat di kamar kos, mengungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait perbuatan kriminalnya.

Pelaku diketahui bernama Iqbal (27), warga asal Kota Klaten, Jawa Tengah ini mengaku sakit hati terhadap korban yang telah mengolok-olok wajah istrinya. “Pelaku merasa sakit hati terhadap korban,” kata Wakapolres Madiun Kompol Yulie Khrisna, Selasa (11/7/2023) kemarin.

Pelaku yang gelap mata kemudian merencanakan untuk membunuh korban, pada Senin (3/7/2023).  “Jadi karena korban mengolok-oloknya (pelaku) dan juga membandingkan kecantikan korban dengan istri pelaku membuat sakit hati. Kemudian pelaku pada hari Minggu (2/7/2023) pukul 10.00 WIB mendatangi korban di kos dan melihat dompet banyak uang dan besoknya hari Senin datang lagi timbul niat jahat,” jelas Yulie.

Pembunuhan tersebut dilakukan pelaku dengan cara mencekik leher korban hingga tewas. Usai mencekik, pelaku kemudian mengikat tangan dan kaki korban dengan dengan kabel antena TV. “Korban yang dicekik hingga meninggal oleh pelaku diikat tangan dan kaki dan membawa kabur uang Rp 5 jutaan serta sepeda motor milik korban,” tandas Yulie.

Selain itu, pelaku juga diketahui sempat berhubungan badan dengan korban. Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Danang Eko Abrianto. Danang mengungkap, bahwa korban dan pelaku mulanya saling mengenal melalui media sosial.

Dari perkenalan inilah, keduanya kemudian menjalin asmara. Padahal pelaku sudah memiliki istri. Dua hari sebelum korban akhirnya dibunuh, keduanya diketahui sempat melakukan hubungan selayaknya suami istri.

Diberitakan sebelumnya, seorang penghuni kos di Desa Batil, Dolopo, Madiun ditemukan tewas oleh sesame penghuni kos lainnya, Rabu (5/7/2023). Temuan ini kemudian langsung dilaporkan ke polisi.

Kemudian, empat hari setelah pembunuhan tersebut, pelaku ditemukan oleh Tim Sat Reskrim Polres Madiun di Pekanbaru. “Pelaku asal Klaten dan alhamdulillah berhasil kita amankan di Pekanbaru setelah 4 hari kabur pasca pembunuhan,” papar Danang. (Din/RED)