Foto: Ibu Florencia Pramugari Pesawat ATR 42-500 (pakai masker) saat hendak ke Makassar. (dok. Istimewa)

Jakarta, BeritaTKP.com – Pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Florencia Lolita Wibisono atau Olen (32), sempat melakukan panggilan video dengan keluarganya sebelum menjalani penerbangan terakhir.

Melalui video call tersebut, Olen menyampaikan kabar sekaligus meminta doa restu kepada ibunya sebelum berangkat menjalankan tugas dari Yogyakarta menuju Makassar.

Pesawat ATR 42-500 yang ditumpangi Olen bersama tujuh kru dan tiga penumpang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). Sehari kemudian, pesawat ditemukan jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Tante korban, Suly Mandang, mengatakan keluarga pertama kali mendapat kabar pesawat hilang kontak dari salah satu anggota keluarga pada hari yang sama. Informasi tersebut membuat keluarga langsung berangkat ke Makassar untuk mengikuti proses identifikasi dan pemeriksaan antemortem.

“Kami dapat informasi bahwa pesawat yang dinaiki Olen hilang kontak. Kakaknya yang pertama kali menghubungi kami dan menyampaikan bahwa Olen berada di pesawat itu,” ujar Suly, Senin (19/1/2026).

Suly mengungkapkan, komunikasi terakhir dengan Olen terjadi sehari sebelum keberangkatan. Dalam panggilan video itu, Olen terlihat fokus berbincang dengan ibunya dan menyampaikan rencana perjalanan dinasnya.

“Dia video call, memperlihatkan mamanya, menanyakan kabar, lalu bilang mau berangkat tugas dari Jogja ke Makassar dan minta didoakan,” tuturnya.

Menurut keluarga, Florencia dikenal rutin berkomunikasi dengan orang tuanya setiap kali memiliki waktu luang. Intensitas komunikasi tersebut semakin sering dilakukan setelah sang ibu baru saja menjalani perawatan medis.

Hingga saat ini, keluarga masih menunggu perkembangan resmi dari proses evakuasi dan identifikasi korban pesawat ATR 42-500 yang dilakukan oleh tim gabungan.(æ/red)