BANYUWANGI, BeritaTKP.com — Seorang pensiunan ASN berinisial SKA (71) menjadi korban dugaan penipuan dengan modus gendam di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Perhiasan emas milik warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, tersebut raib dengan nilai sekitar Rp120 juta setelah korban diduga dipengaruhi dua pria yang mengendarai mobil.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB ketika korban hendak berolahraga pagi.
Didatangi Dua Pria di Jalan
Saat berjalan menuju Saiki Sport Arena di Jalan Mayor Supono, korban melintas di sekitar Makam Setro Penganten.
Tiba-tiba sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih dengan pelat nomor N berhenti di dekat korban.
Salah seorang pria kemudian turun dan berpura-pura menanyakan alamat. Korban yang tidak menaruh curiga kemudian diajak berbincang.
Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota Ipda Restu Yan Suryo Utomo mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, pria yang menghampiri korban memiliki ciri fisik bertubuh gemuk dan berkacamata serta berbicara dengan logat Madura.
Sementara pengemudi mobil disebut memiliki tubuh kurus.
Ditawari Produk yang Disebut Sabun Kesehatan
Dalam percakapan tersebut, pelaku kemudian menawarkan produk yang diklaim sebagai sabun kesehatan.
Polisi menduga pada saat itulah modus gendam dilakukan.
Korban kemudian mengikuti arahan pelaku untuk melepas sejumlah perhiasan yang dikenakannya. Perhiasan tersebut terdiri dari gelang emas 35 gram, kalung 20 gram, dan liontin 5 gram.
Perhiasan itu disebut akan dimasukkan ke dalam wadah produk yang ditawarkan pelaku.
Setelah perhiasan berada dalam penguasaan kedua pria tersebut, mereka kemudian meninggalkan lokasi menggunakan mobil.
Korban baru menyadari dirinya menjadi korban kejahatan beberapa saat kemudian setelah bertemu dengan seorang warga di sekitar lokasi.
Polisi Kejar Dua Pelaku
Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota membenarkan korban telah membuat laporan polisi.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap identitas kedua pelaku.
“Korban sudah melapor. Kami telah melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti-bukti pendukung, dan saat ini tengah memburu kedua pelaku yang diduga menggunakan modus gendam ini,” kata Restu.
Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, termasuk menelusuri keberadaan dua pria yang diduga terlibat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk berhati-hati ketika dihampiri orang tidak dikenal, terlebih saat ditawari barang atau produk dengan cara yang mencurigakan.(æ/red)





