LAMPUNG UTARA, BeritaTKP.com – Kecelakaan maut yang merenggut nyawa terjadi di perlintasan sebidang kereta api KM 126, Desa Negeri Ratu, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (14/7/2026) pagi. Sebuah mobil Daihatsu Ayla yang mengangkut pelajar sekolah tertabrak Kereta Api (KA) Babaranjang.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat mobil bernomor polisi B 1310 BID sedang dalam perjalanan mengantar anak sekolah dari Desa Negara Ratu menuju Tulung Buyut.

Diduga Abaikan Peringatan Berdasarkan keterangan awal, saat tiba di perlintasan kereta, pengemudi mobil diduga tetap memaksa melintas meski penjaga perlintasan telah memberikan isyarat peringatan. Di saat bersamaan, KA Babaranjang relasi Palembang–Tanjung Karang melintas dan menghantam bagian sisi mobil dengan keras.

“Peristiwa terjadi saat mobil melaju dari Desa Negara Ratu menuju Tulung Buyut untuk mengantar anak sekolah. Saat tiba di perlintasan, diduga pengemudi tetap melintas meski telah mendapat peringatan dari petugas penjaga,” ujar AKBP Deddy, Selasa (14/7/2026).

Dua Pelajar Meninggal Dunia Akibat benturan keras tersebut, dua penumpang mobil yang merupakan siswi SMA meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diidentifikasi sebagai Siti Komariah dan Ayu Fifita, keduanya warga Desa Hakanau Jaya, Kecamatan Sungkai Utara. Sementara itu, pengemudi mobil bernama Riki Farel selamat dengan luka robek di kepala dan luka lecet di pelipis.

Imbauan Kepolisian Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa keterangan saksi-saksi, termasuk petugas penjaga perlintasan. AKBP Deddy menegaskan agar masyarakat lebih waspada dan tidak memaksakan diri melintas saat sirine berbunyi atau palang pintu telah ditutup.

“Masyarakat diimbau tidak memaksakan melintas ketika palang pintu telah ditutup atau saat petugas sudah memberikan isyarat berhenti. Selalu pastikan kondisi aman dengan melihat ke kanan dan kiri sebelum melintasi rel kereta api,” tegasnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.(æ/red)