Pekanbaru,BeritaTKP.com— Kasus pembunuhan terhadap seorang lansia bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, mulai menemukan titik terang. Polisi menduga menantu korban berinisial AF terlibat dalam peristiwa tragis tersebut.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, membenarkan adanya dugaan keterlibatan AF dalam kasus ini. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.
“Alhamdulillah sudah ada titik terang,” kata Kombes Muharman, Sabtu, 2 Mei 2026.
Dari hasil rekaman CCTV di rumah korban, AF diduga menjadi salah satu sosok yang terekam saat kejadian. Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan berkaus hitam terlihat masuk ke rumah korban dan berpura-pura bertamu.
Perempuan itu kemudian menyalami korban sebelum korban duduk di kursi. Tidak lama setelah itu, beberapa orang lain ikut masuk ke dalam rumah.
Polisi menduga pelaku berjumlah empat orang. Selain AF yang merupakan menantu korban, seorang pria yang diduga memiliki hubungan dekat dengan AF juga disebut ikut terlibat. Dua orang lainnya diduga merupakan rekan dari pihak AF.
“Iya betul, menantu terlibat,” ujar Muharman saat membenarkan sosok perempuan berkaus hitam dalam rekaman CCTV tersebut.
Dalam rekaman CCTV, salah satu pria kemudian menyerang korban menggunakan benda keras. Setelah korban tidak berdaya, para pelaku diduga merusak kamera CCTV sebelum melarikan diri dari lokasi.
Selain menyebabkan korban meninggal dunia, para pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang milik korban, termasuk perhiasan dan uang 400 dolar Singapura.
Sebelumnya, rumah korban diketahui sempat mengalami percobaan pembobolan pada 8 April 2026. Karena kejadian itu, keluarga kemudian memasang CCTV di rumah korban pada 9 April 2026. Kamera pengawas tersebut akhirnya menjadi petunjuk penting dalam mengungkap kasus pembunuhan ini.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyebut terduga pelaku AF merupakan menantu korban dari anak pertama bernama Arnold Meha.
“AF menantu korban dari anak pertama atas nama Arnold Meha,” ucap Pandra.
Hingga kini, polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap AF dan para pihak lain yang diduga terlibat. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi serta mendalami rekaman CCTV untuk memperjelas peran masing-masing pelaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena dugaan pembunuhan tersebut melibatkan orang dekat korban. Polisi memastikan penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap motif dan menangkap seluruh pelaku.(æ/red)





