Sidoarjo, BeritaTKP.com – Kematian mahasiswi fakultas kedokteran hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) diduga disebabkan oleh bunuh diri. Dugaan ini muncul setelah jasad korban ditemukan dengan posisi kepala terbungkus plastik, sementara pada bagian leher terikat dengan lakban. Pada tubuh korban juga terdapat selang yang terhubung ke tabung berisi gas helium di sampingnya.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo belum bisa memastikan apakah korban tewas dibunuh atau bunuh diri. Namun, ditemukan selang yang terhubung ke tubuh korban dan diduga korban tewas karena gas helium dan gagal napas. Sebab, plastik yang membungkus kepalanya diikat rapat dengan lakban. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi.

Sementara itu, dua lembar surat berbahasa Inggris itu ditujukan kepada teman, ibu serta dua saudaranya berisi penyataan pilu dari korban. Isi surat tersebut berisi ucapan terima aksih kepad aibunya karena telah menjaga dan merawatnya. Korban juga mengucapkan permohonan maaf kepada ibunya karena tidak bisa membuatnya bangga dan bahagia.

Pada tulisan surat kepada kedua saudaranya, korban meminta mereka untuk kuat dan tidak pernah menyerah pada keadaan atau berakhir (mati) seperti dirinya. Korban juga menyampaikan sangat menyayangi mereka berdua dan mendoakan keduanya menjadi anak yang cerdas.

Sedangkan surat yang ditujukan kepada temannya berisikan ucapan terima kasih karena telah membuka matanya pada dunia. Namun, korban mengaku tidak sanggup menghadapi realita kehidupan. Korban pun berharap temannya tetap kuat menghadapi kenyataan hidup dan selalu bahagia.

Diberitakan sebelumnya, Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya ditemukan tewas dalam mobil yang terparkir di halaman apartemen Jalan Jalan H. Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (5/11/2023) kemarin pagi.

Kanit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Waru Ajun Komisaris Polisi Ahmad Yani mengungkap, mahasiswa yang ditemukan tidak bernyawa tersebut berinisial CA, warga asal Kabupaten Kediri yang masih berusia 21 tahun. (Din/RED)