Nganjuk, BeritaTKP – Dalam menyongsong Pesta Demokrasi yang dilaksanakan pada tangggal 27 November 2024 nanti, LSM MAPAK yang diketuai oleh Supriyono .SPd. kini memberikan pengertian kepada masyarakat yang belum mengerti agar tidak salah pilih , sebab Kang Marhen sudah terbukti , punya kwalitas dan betul betul merakyat, spanduk akan dipasang ke 20 Kecamatan dengan tujuan agar rakyat bisa memahami siapa pemimpin Nganjuk kedepan, karena apa…… ? Nganjuk selama ini sudah di hak Bupati yang dikrangkeng gara gara korupsi, jangan sampai rakyat kecil memilih pimpinan yang akhirnya seperti yang kemarin kena OTT KPK . Dan jangan hanya mengandalkan uang sogokan serta janji janji yang nggedabrus , lalu gajinya berapa cari pulihan kalau gak direwangi nggrandonhg ya nggak pulih, apalagi yang latar belakangnya pengusaha dengan banyaknya modal sudah selesai ya tidak mau tau dengan kita.
Adapun gambar gambar yang dipasangnya oleh LSM MAPAK diantaranya di Perempatan Warujayeng ( Kec. Tanjunganom ), di Pasar Prambon ( Kec. Prambon ), di Pasar Ngronggot ( Kec. Ngronggot ), di Perempatan Kertosono ( Kec. Kertosono ), di Pertigaan Pasar Baron ( Kec. Baron ) yang langsung bisa dikonsumsi oleh pandangan masyarakat dan para penggemar / pendukungnya .
Dalam pemasangan gambar yang dimulai hari Kamis, 27 Juni 2024 sampai selesai dilaksanakan oleh team nya beberapa orang . Baner berukuran sedang dengan dibubuhkan kata kata ” PEMIMPIN YANG MELAYANI RAKYAT ” ( Servant Leadership ) merupakan sebuah hal yang wajar dan berdasarkan kenyataan dilapangan . Mungkin dalam waktu yang dekat akan tersusul Baner Baner dari calon calon yang lain akan bertebaran dikalayak ramai .
Menurut team suksesnya yang mengatakan bahwa dirinya kenapa mendukung kang Marhen karena beliaunya memiliki sifat yang khas yaitu Kesederhanaan dan Kepolosan . Sederhana dalam hal memberikan pertolongan terhadap siapapun dan sederhana dalam melayani sistim tata pemerintahan, sedangkan Kepolosan yang mengandung makna bahwa mengenai pribadinya yang masih bersifat suka menolong orang yang sengsara tanpa memandang siapa orangnya.” Demikianlah yang disampaikan oleh Supriyono dan Ebit Widiyantoro dari LSM MAPAK”. ( tut )





