
Banyuwangi, BeritaTKP.com – Warga Kabupaten Banyuwangi diresahkan dengan mahalnya harga Elpiji 3 Kg akibat kelangkaan. Banyak warga memilih rela untuk tidak memasak ketimbang menggunakan bahan bakar alternatif.
Hal ini dirasakan oleh Siti Khotijah, warga Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Ia mengaku sudah empat hari terpaksa tidak masak dan memilih beli makanan di warung untuk kebutuhan keluarga. “Saya tidak masak. Makan Beli di warung,” katanya.
Selain itu, Siti Khotijah juga mengaku terpaksa harus libur berdagang. “Biasanya jualan tahu walik, mie rebus di depan rumas tapi ini sudah 4 hari libur. Hari ini juga libur tadi ditanya sama tetangga, saya jawab mau antre gas dulu,” ungkapnya.
Setibanya di lokasi operasi pasar, warga harus sabar mengantre demi satu tabung gas Elpiji 3 Kg. Bahkan warga harus rela mengantre selama 1 jam lebih. Selain itu, warga juga diharuskan membawa fotokopi KTP untuk mendapatkan satu tabung gas Elpiji seharga Rp 16 ribu. “Tadi juga diminta untuk cap jari,” ujarnya.
Sementara itu, Puji Astuti selaku salah seorang warga Kelurahan Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi menyebut bahwa harga gas Elpiji 3 Kg saat ini sangat mahal. “Susah sekarang carinya, kemarin sudah tidak dapat gas. Terakhir itu harganya Rp20 ribu,” katanya saat mengantre gas Elpiji di Taman Blambangan, Senin (24/7/2023).
Saat operasi pasar ini, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Banyuwangi mendatangkan stok cukup banyak. Di sekitar pasar Banyuwangi ini, terlihat ada stok 3 truk gas Elpiji 3 Kg yang dipersiapkan. (Din/RED)





