Probolinggo, BeritaTKP.com – Tanah longsor berskala besar menerjang ruas jalan utama Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Selasa (24/2/2026). Material longsor sepanjang sekitar 35 meter dengan kedalaman mencapai 30 meter menutup total badan jalan.

Akibatnya, akses kendaraan roda empat ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.

Tidak Ada Korban Jiwa

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen di lokasi.

Penanganan dilakukan secara terpadu bersama Polri, TNI, Dinas PUPR, serta Dinas Perhubungan.

Terpal Dipasang Cegah Longsor Susulan

Sebagai langkah darurat, BPBD memasang tujuh lembar terpal di titik-titik kritis untuk mencegah air hujan meresap ke tanah yang masih labil.

“Pemasangan terpal dilakukan untuk mengurangi risiko longsor susulan akibat curah hujan,” ujar Oemar.

Sistem Buka-Tutup untuk Roda Dua

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa:

  • Kendaraan roda empat dilarang melintas hingga waktu yang belum ditentukan.
  • Kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan sistem buka-tutup.
  • Jalur akan ditutup total untuk semua kendaraan saat hujan deras, malam hari berkabut, atau cuaca ekstrem.

Penjagaan Diperketat 24 Jam

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menginstruksikan penjagaan ketat di lokasi selama 24 jam. Kondisi medan yang labil serta minim penerangan menjadi perhatian utama.

BPBD juga menyampaikan kebutuhan tambahan berupa lampu penerangan jalan dan tenda posko untuk mendukung petugas yang berjaga di malam hari.

Warga Diminta Waspada

BPBD mengingatkan masyarakat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih tinggi, terutama saat hujan dengan intensitas lebat. Warga diminta waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan di wilayah rawan longsor. Hingga saat ini, pembersihan material dan pemantauan kondisi tanah masih terus dilakukan.(æ/red)