Surabaya, BeritaTKP.com – Peristiwa nahas yang dialami oleh MDR, mahasiswi Universitas Ngeri Islam (UINSA) Surabaya mendapatkan pengawalan oleh tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PMII Surabaya.

Anggota tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PMII Surabaya mendatangi Polsek Sawahan, pada Minggu (26/5/2024), untuk menindaklanjuti laporan yang diajukan oleh pihak keluarga korban.

Ilham Fariduz Zaman selaku Direktur LBH PMII Surabaya menuturkan, bahwa korban harus mendapatkan keadilan atas kejadian yang menimpanya. “Korban harus mendapatkan keadilan, secepat mungkin pelaku harus segera ditahan. LBH PMII Surabaya akan mengawal dengan penuh agar Polsek Sawahan segera menemukan pelaku,” tuturnya.

“Kami kuasa hukum korban mendesak agar pelaku segera ditangkap, pengawalan kasus ini menjadi atensi utama LBH PMII Surabaya,” tambah Ilham Fariduz Zaman, Direktur LBH PMII Surabaya.

Sementara itu, AKP Ristianto, Kanit Reskrim Polsek Sawahan menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. “Saat ini proses kasusnya pemeriksaan saksi-saksi, sudah 4 saksi yang diperiksa tinggal 1 saksi lagi mudah-mudahan bisa memberikan titik terang untuk menemukan para pelaku,” terang AKP Ristianto.

Merespon keterangan Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Syaiful Anwar selaku Kepala Bidang Pendidikan dan Kajian Hukum LBH PMII Surabaya harapannya kepada pihak kepolisian mempercepat proses hukum pelaku agar mendapatkan efek jera dari perbuatannya. “Kami LBH PMII Surabaya terus melakukan segala upaya dengan pihak kepolisian agar pelaku segera ketangkap,” ungkap Syaiful

Diberitakan sebelumnya, nasib nahas menimpa MDR, mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Perempuan muda tersebut dinyatakan meninggal dunia usai terjatuh dari motornya pada Kamis (23/5/2024) malam di Jalan Semarang, Kota Surabaya.

Parno salah satu saksi di lokasi mengatakan bahwa korban saat itu melaju dari arah Jalan Pasar Kembang menuju ke arah Jalan Semarang. Saat melintas di Jalan Arjuno, korban dipepet dua orang jambret yang mengendarai sepeda motor kopling. “Pelaku dua orang mas. Saat itu korban sempat teriak lalu dikejar sendiri sama korban,” kata Parno, Jumat (24/5/2024) malam.

Setibanya di Jalan Semarang, korban kehilangan kendali atas motornya karena terserempet mobil hingga terjatuh. Korban terjatuh ke arah trotoar jalan. Korban sempat dilarikan ke RS Soewandi sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD dr. Soetomo dan meninggal dunia pada Jumat (24/05/2024) subuh. (RHD)