Lamongan, BeritaTKP.com – Pemerintahan Kabupaten Lamongan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan melakukan penanaman 2.700 pohon bambu di 2 kecamatan yang dilewati sungai daerah irigasi maupun Bengawan Solo guna Merehabilitasi lahan rawan longsor dan bencana.
Penanaman pohon bambu di lahan rawan longsor dan bencana yang digelar BPBD dan Pemkab Lamongan
Kepala BPBD Lamongan Gunadi, menyampaikan bahwa penanaman 2.700 pohon bambu ini dilakukan sejak Jumat (27/5/2022) lalu, sebagai upaya rehabilitasi dan perbaikan lahan rawan bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan.
“Kegiatan ini juga untuk memasyarakatkan pohon bambu dengan berbagai jenis dan fungsinya, seperti rehab lahan, konservasi, dan produksi oksigen. Selain itu juga untuk mengedukasi warga tentang pentingnya pohon bambu untuk mitigasi,” jelas Gunadi, Selasa (31/5/2022).
Gunadi merinci, penanaman 2.700 pohon bambu ini di antaranya 1.500 pohon ditanam di bantaran Sungai Plalangan, Dusun Plosolebak Desa Tambakploso dan Desa Balun, Kecamatan Turi. Lalu 1.000 pohon ditanam di bantaran Kali Blawi, Karangbinangun. “Sedangkan untuk yang 200 pohon lainnya direncanakan ditanam di Desa Ketapangtelu Karangbinangun. Pohon bambu ini berjenis petung,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, pemilihan bambu berjenis petung ini karena berbagai alasan. Selain memiliki banyak manfaat untuk lingkungan, bambu ini juga mampu dijadikan sebagai tanaman hias, kerajinan dan bahan bangunan. Sekaligus mampu menyerap karbon dioksida dan air.
“Serumpun bambu ini mampu menyerap air sebanyak 5000 liter air, sehingga kekuatan akarnya bisa membantu kita untuk menyimpan sekaligus menyelamatkan air. Kemudian 1 hektar bambu ini juga mampu menyerap 50 ton karbon dioksida dalam setiap tahun, serta mampu menghasilkan oksigen 35 persen lebih cepat dari pohon-pohon yang lain,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bupati Yuhronur juga menjelaskan bahwa 1 pohon bambu ini dapat menyiapkan pernafasan untuk 2 orang. Oleh karena itu, menurutnya, bambu ini merupakan tanaman yang cocok untuk dipilih sebagai tanaman rehabilitasi lahan rawan bencana.
“Sudah kita mulai beberapa tahun yang lalu, kalau kita lihat dari manfaat bambu ini memang sungguh sangat luar biasa. Sehingga kita terus galakkan untuk penanaman pohon, dengan lebih kita utamakan penanaman bambu ini di daerah-daerah yang rawan longsor dan rawan bencana,” jelasnya. (Din/RED)






