Surabaya, BeritaTKP.com – Korban gas PLG 3 Kg yang meledak di kawasan Candi Lontar Wetan, Sambikerep, Lakarsantri, Surabaya, pada 20 April 2023 lalu, akhirnya meninggal dunia. Korban bernama Yosua Mangundap (20), sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Lalu seperti apa kronologi sebenarnya yang terjadi dalam peristiwa gas LPG meledak itu? Dan benarkah kios penjualan gas LPG milik Sandy Febianto melakukan pengisian gas sendiri? Berikut keterangan saksi yang didapat Berita TKP.
Dari keterangan salah seorang saksi yang enggan dipublish identitasnya, mengungkapkan, semula saksi berangkat kerja di kios LPG milik Sandy bersama Yosua dan tiba di kios tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Namun saat itu, truk LPG belum tiba di lokasi.
“Karena LPG 3 kilonya belum ada, terpaksa kami pun duduk-duduk dan menunggu truk LPG 3 kilo untuk datang. Barulah sekitar jam setengah sembilan pagi truknya datang. Alhasil kami pergi menurunkan LPG tersebut dibantu oleh Ko Valen,” ungkap saksi.
Kemudian setelah sekitar satu sampai dengan dua jam menurunkan LPG dari truk selesai, saksi sempat melihat Samuel mengajarkan Sandy alias Feby cara menggunakan alat manual. Karena waktu itu, Sandy juga datang dengan membawa pipa besi untuk alat manualnya.
Menurut saksi, biasanya ia melakukan pengisian ulang LPG menggunakan mesin yang diajarkan oleh Jonathan. Tak lama kemudian, Samuel pergi hingga setengah satu siang setelah mengajari Feby cara mengisi gas LPG secara manual.
“Barulah sekitar jam setengah satu, Suk Samuel datang lagi bertepatan juga Jonathan juga datang bersama dengan membawa satu alat lagi. Alhasil mereka pun berdua melakukan pengisian dan Suk Samuel memberikan codongnya,” terang saksi.
Saksi mengaku sempat mencoba bersama Yosua untuk melakukan pengisian ulang secara manual, namun tidak bisa. Karena gagal mencoba belajar isi ulang secara manual, keduanya pun hanya bertugas mengangkut LPG 3 Kg ke dalam kios.
“Dibawa masuk, kita juga hanya melihat-lihat proses pengisian itu. Bertepatan pada saat itu sekitar jam setengah dua ada pelanggan untuk booming, alhasil saya pun ke depan untuk memandikan kucing tersebut,” kata saksi.
“Saya ke depan itu untuk memandikan kucing sambil istirahat sebentar dan merokok. Setelah saya selesai memandikan kucing tersebut, kira-kira jam setengah empat saya sempat masuk ke dalam untuk menanyakan boleh mengantarkan kucingnya atau nggak,” lanjutnya.
Lalu setelah itu, saksi melihat Samuel dan Jonathan sedang mengisi manual LPG 3 Kg dari tabung gas LPG 15 Kg. Kemudian, saksi pergi mengantar kucing yang baru saja selesai dimandikannya. Tak lama, saksi kembali ke kios, dan menanyakan pemandian kucing sudah dibayar atau belum.
“Bertepatan pada saat itu saya melihat saudara Yosua juga sedang mengisi LPG secara manual dengan cara timbangan di bawah LPG pink 15 kilo di atasnya, lalu ada pipa besi perantara untuk manualnya di tengah-tengahnya, lalu ada LPG 3 kilo di atasnya dibalik dan ditekan,” jelas saksi.
Namun karena waktu itu saksi kurang enak badan dan merasa capek, saksi memutuskan untuk beristirahat di depan kios sambil merokok dan bermain handphone. Tak berselang lama, yakni sekitar 10 sampai 20 menit kemudian terjadilah ledakan. (red)





