Malang, BeritaTKP.com – Sebuah truk sound system yang mengangkut 10 orang menabrak tebing saat melintas di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS), Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, pada Sabtu (29/3/2023) malam lalu.
Akibat laka tunggal tersebut, dua orang dinyatakan tewas, sedangkan 8 lainnya terluka dan harus dirawat di puskesmas hingga rumah sakit. Korban tewas dalam insiden tersebut adalah Sutikno (48) dan Eko Prayitno (20) warga Donomulyo, Malang.

Diantara 8 orang terluka dalam kecelakaan tersebut, dua diantara menderita luka robek. Sopir bernama Kasiono menderita luka kepala dan robek di bagian kaki. penumpang lain Adin Dwi Kurniawan (18) menderita luka sobek pada bahu dan wajah.
Sementara korban luka lainnya, yakni Yoga Pradana Adi Saputra (23) mengalami luka benturan pada kepala dan Amirul Mustakim (28) menderita luka lebam di pada bagian wajah. Mereka berempat dirawat di Puskesmas Donomulyo.
“Untuk yang dirawat di RS Puskesmas Donomulyo ada 5 orang dan 1 di antaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan atas nama Sutikno,” ujar Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Malang Iptu Sunarko Rusbiyanto.
Empat penumpang lain dilarikan ke RS Kartika Husada, Donomulyo dan RS Kanjuruhan, Kepanjen. Mereka antara lain, Reza Karera (22) dan Valentino Fedrian Pratama (8) dirawat di RS Kartika Husada.
Korban luka lainnya, Aris Muhamad Iksan (20) warga Malang, mengalami luka dan Heru Susanto (26) menderita luka patah tulang kedua kaki dan benturan pada kepala menjalani perawatan di RS Kanjuruhan.
Sunarko mengatakan saat itu kendaraan bernopol B 9314 KPA itu berjalan dengan kecepatan sedang. “Saat berada di jalan menikung ke kiri pengemudi bernama Kasino (25) warga Kabupaten Malang kehilangan konsentrasi dan membanting setir ke kanan hingga akhirnya menabrak tebing,” ujarnya Senin (1/5/2023) kemarin.
Diduga saat dalam perjalanan, sopir truk terpengaruh minuman keras (miras). Hal itu diperkuat dengan munculnya rekaman video saat penumpang sedang meminum miras dalam perjalanan. “Sang sopir dan penumpang yang ada di dalam truk itu dalam kondisi tidak sadar atau terpengaruh miras,” kata Sunarko. (Din/RED)





