
Malang, BeritaTKP.com – Desa Dengkol, Kecamata Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih akhir-akhir ini. Hal ini disebebkan, karena pipa sumur bor milik Himpunan Penduduk Pemakai Air (Hipppam) Tirta Mandiri mengalami kerusakan.
Menurut keterangan Agus Afandi selaku Kepala Desa Dengkol, krisis air bersih ini telah terjadi sejak dua minggu yang lalu. Masyarakat di dua dusun yang ada di Desa Dengkol terpaksa harus mengantri mendapatkan bantuan aiar bersih dari pemerintah maupun relawan.
Agus menuturkan, sejumlah penduduk yang terdampak sumur Bor Hipppam Tirta Mandiri sebanyak 1250 Kepala Keluarga (KK), 1 RW dari Dusun Lowokleses, dan 5 RW dari Dusun Krajan.
Kapolsek Singosari, Kompol Achmad Robial mengatakan, bahwa suplai air bersih keDesa Dengkol telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Adapun pasokan air bersih yang disalurkan sekitar 9000 liter air. Bantuan itu dari Pemkab Malang maupun petugas kepolisian.
“Saat ini kita atas seizing Bapak Kapolres, telah mengirim 900 liter air dalam dua tangki. Jika warga masih kurang, nanti kita akan kirim kembali. Kita stanby on call 24 jam. Jadi kalau warga butuh bisa langsung telepon,” kata Robial, Jumat (30/6/2023) kemarin.
Nur Afifudin, salah seorang warga Dusun Krajan mengungkap, dalam krisis air bersih, ada sampai 6 tangki yang memasok air bersih. “Krisis air bersih ini sudah 11 harian karena bor HIPPAM meledak. Tapi penyebab meledaknya kenapa saya tidak tahu,” katanya.
Sedangkan warga lainnya, Prihatin, menambahkan krisis air bersih membuat dirinya bersama warga di 2 dusun harus rela menunggu atrian bantuan air di depan rumahnya. “Ini lagi menunggu bantuan air, karena di rumah tidak air sama sekali,” keluhnya.
Prihatin mengaku jika selama krisis air bersih, dirinya tidak pernah mandi ataupun mencuci. Untuk mandi saja, ia terpaksa harus mencari sumber air Kendedes yang jaraknya 3 kilometer dari rumahnya.
Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan memasan dan mandi, , warga Desa Dengkol, hanya mengandalkan HIPPAM, karena mereka tidak mempunyai sumur sendiri. Apalagi kawasan Dengkol merupakan daerah tadah hujan yang sulit air.
Memang jikau musim kemarau tiba, warga Desa Dengkol kesulitan mencari air. Jika membuat sumur pun harus dengan kedalaman 50 meter, baru keluar sumber air. “Tapi jika musim kemarau airnya tidak bisa jernih. Kalau bantuan air bersih ini untuk kebutuhan memasak. Setiap hari saya mandi dan mencuci baju di Sumber Kendedes,” ucap dia. (Din/RED)





