Sleman, BeritaTKP.com – Kasus pembunuhan yang menimpa tenaga kesehatan bernama Sweetha Kusuma Gatra Subardiya ,33, yang mayatnya ditemukan di Tol Semarang-Bawen wilayah Susukan, Banyumanik, Semarang.

Peristiwa itu sangat mengejutkan bagi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Sleman Tengah. Pasalnya Sweetha diketahui merupakan anggota di IBI Ranting Sleman Tengah.

Ketua IBI Ranting Sleman Tengah Dwi Rahmawati membenarkan bahwa Sweetha merupakan bidan yang bertugas di Rumah Sakit Mitra Sehat, Gamping, Sleman. Sejak Oktober 2021, Tata sapaan akrabnya bergabung ke IBI Sleman Tengah.

“Benar-benar membuat kita shock,” kata Dwi dihubungi, Kamis (17/3).

Dwi mengatakan berdasarkan informasi dan pemberitaan yang dia dapatkan bahwa benar identitas mayat di Tol Semarang adalah Sweetha. Hanya saja pihaknya belum bisa bertemu langsung dengan keluarga Sweetha, karena selama ini diketahui keluarganya berada di Sumatera

“Ketemu keluarganya pun belum. Benar-benar belum ketemu keluarga, tapi sepertinya ada titik terang ke arah sana,” katanya.

“Untuk kepastian yang sebenarnya seperti apa kita berharapnya bukan, tapi semuanya mengarah ke Sweetha,” bebernya.

Sementara soal jasad anak-anak yang ditemukan tak jauh dari jasad Sweetha, Dwi mengaku masih menunggu informasi secara pasti apakah itu anak Sweetha atau bukan.

“Untuk pastinya kita juga belum tahu secara pasti apakah jasad itu anak Sweetha. Kita benar-benar menunggu informasi dari kepolisian,” katanya.

Di sisi lain, Dwi membenarkan bahwa status Sweetha merupakan orang tua tunggal. Dwi sendiri mengaku terakhir bertemu Sweetha pada 24 Februari lalu. Saat itu dia bertemu Sweetha yang tengah bertugas sebagai vaksinator.

“Saya pribadi itu ketemu terakhir 24 Februari kemarin itu pada saat saya, mereka bertugas tim vaksinator ndilalahnya Puskesmas kami waktu itu memang sedang melakukan vaksin massal kemudian ada bantuan vaksinator dari TIM IBI nah di situ Mbak Tata ikut nah pada saat itu terlahir saya ketemu tanggal 24 Februari,” katanya.

Kini teman-teman Sweetha di IBI berharap agar kasus ini diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Dia berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Ya harapannya dari IBI sendiri semoga kasus ini diusut secara tuntas. Jadi benar-benar secara tuntas pelakunya itu diberikan hukuman yang sesuai begitu. Kasus dibuka seterang mungkin dan sejelas mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, polisi bakal melakukan tes DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid terhadap tengkorak dan tulang belulang diduga anak korban pembunuhan seorang tenaga kesehatan bernama Sweetha Kusuma Gatra Subardiya ,33, warga Yogyakarta.

Penemuan mayat diduga ibu anak itu ditemukan di bawah jembatan Tol Semarang-Bawen di wilayah Susukan Banyumanik Kota Semaranng. Jarak penemuan antara mayat Sweetha dan tengkorak itu berjarak sekitar 1 kilometer.

Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Sumi Hastry mengatakan hasil tes DNA diduga sepasang ibu dan anak itu dilakukan untuk memperkuat bukti yang ada.

“Iya dilakukan tes DNA. Selama dua minggu,” ujar Hastry, Kamis (17/3).

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat wanita diduga korban pembunuhan dengan kondisi terbungkus sarung ditemukan di bawah jembatan Tol Semarang – Bawen KM 425 di wilayah Banyumanik, Kota Semarang pada Minggu (13/3) lalu.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara korban Sweetha tewas diduga dibunuh dan dibuang dari atas jembatan. Sebab saat ditemukan kondisi kaki dan leher korban terikat dengan kain.

Kemudian, pada Rabu (17/3) kemarin, tak jauh dari lokasi penemuan mayat pertama, tepatnya di bawah jembatan KM 426, ditemukan pula tengkorak dan tulang belulang. Ia diperkirakan telah meninggal dunia sejak 2 minggu yang lalu. (RED)