Warga swadaya bangun jalan desa

LAMPUNG TIMUR, BeritaTKP.com – Semangat gotong royong warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, masyarakat di sana rela merogoh kocek pribadi dan turun langsung melakukan pengecoran jalan desa secara mandiri karena akses yang mereka gunakan sangat vital bagi kehidupan sehari-hari.

Video aksi warga yang mengecor jalan dengan mesin molen secara manual viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat kekompakan warga bahu-membahu menuntaskan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 197 meter.

Tradisi Swadaya Menurut salah satu warga, Irul, pembangunan jalan secara swadaya bukanlah hal baru di desanya. Hampir di setiap dusun, warga memiliki mekanisme pengumpulan dana yang disepakati bersama.

“Di beberapa dusun ada yang iurannya mencapai jutaan rupiah per orang, ada yang Rp5 juta sampai Rp8 juta, tergantung kesepakatan dan kondisi lahan. Kalau di tempat saya, iurannya sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per kepala keluarga,” ungkap Irul, Senin (13/7/2026).

Dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk membeli material. Pengerjaan dilakukan secara manual menggunakan molen karena dinilai jauh lebih hemat dibandingkan menggunakan beton siap pakai (ready mix).

Pentingnya Akses Jalan Warga terpaksa melakukan ini karena jalan tersebut merupakan akses utama menuju permukiman dan area pertanian. Saat musim hujan tiba, jalan tanah yang ada berubah menjadi lumpur, sehingga menyulitkan warga saat harus mengangkut hasil panen.

Meski jalan poros desa sudah beraspal, jalan lingkungan menuju ladang dan rumah warga masih banyak yang belum tersentuh pembangunan. Irul menegaskan, aksi ini bukanlah untuk mengambil alih tugas pemerintah, melainkan solusi sementara agar aktivitas warga tidak lumpuh.

“Harapan masyarakat tentu Lampung Timur bisa lebih baik, terutama jalannya. Kalau jalannya bagus, aktivitas warga dan mengangkut hasil pertanian juga lebih mudah,” pungkasnya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih bagi pembangunan infrastruktur di wilayah Lampung Timur ke depannya agar tidak membebani masyarakat dengan biaya pembangunan mandiri secara terus-menerus.(æ/red)