KM Sumber Berkat A yang kandas usai menabrak karang di Perairan Pantai Gedek, kawasan TN Alas Purwo.

Banyuwangi, BeritaTKP.com – Sebuah Kapal Motor (KM) Sumber Berkat A yang membawa 29 anak buah kapal (ABK) dikabarkan telah menabrak karang di Perairan Pantai Gedek, Resor Pancur, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, pada Sabtu (24/6/2023) lalu.

Kapal pemburu ikan yang dinahkodai H Wakirin (62), warga Pekalongan, Jawa Tengah tersebut karam di Pantai Gedek, desa setempat sekitar pukul 01.00 WIB, karena menabrak karang. “Kapal ikan itu kandas setelah menabrak karang,” cetus Kasat Pol Airud Polresta Banyuwangi, Kompol Masyhur Ade melalui Kanit Binmas Polairud Polresta Banyuwangi, Aiptu Gede Eka.

Kapal yang juga membawa serta sekitar 8 ton ikan tersebut berangkat dari Pelabuhan Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/6/2023) lalu. “Sepekan berlayar mencari ikan,” terang Gede Eka.

Menurut keterangan nahkoda dan beberapa ABK, kapal tersebut rencananya berlayar menuju ke Pelabuhan Tanjung Wangi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi. Mereka berlayar melalui laut selatan. Namun, saat melewati perairan kawasan Alas Purwo, kapal tersebut tiba-tiba menabrak karang hingga karam.

Sejak karamnya kapal tersebut, seluruh ABK bertahan di atas kapal hingga minggu pagi tiba. Kemudian, sejumlah ABK memilih turun ke laut menuju ke daratan dengan cara berenang dari karamnya KM Sumber Berkat A menuju bibir pantai sejauh 120 meter. “Menyelamatkan diri dengan berenang ke pantai,” ujarnya.

Namun, satu diantaranya tenggelam karena kelelahan. ABK bernasib malang tersebut adalah Sumantri (35), warga Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Sumantri akhirnya ditemukan Tewas oleh Bundet (61), nelayan local asal Kampung 9, Dusun Gempol Dampit, Desa Kedungwungi, Kecamatan Tegaldlimo yang saat itu baru melaut.

Setibanya di daratan, jenazah Sumantri kemudian langsung dibawa ke RSUD Blambangan, Kabupaten Banyuwangi. Saat ini, jenazah masih disimpan di ruang mayat sambil menunggu keluarganya di Jakarta tiba.

Menurut Gede, dari 14 ABK tersebut, enam ABK sampai di pantai dengan selamat, sedangkan 8 ABK termasuk nahkoda bertahan di kapal. Upaya pertolongan pada ABK yang masih bertahan di kapal pun dilakukan oleh petugas Basarnas, TNI AL, dan Satpol Airud pada Minggu (25/6/2023) pagi.

Sebanyak tujuh ABK masing-masing bernama Waridin (32), Yudi (27), Yahya (28), ketiganya asal Pemalang, Jawa Tengah. Lalu ada, Harjo (28), asal Pekalongan, Hendrik (28), warga Cirebon, Ilham (19), warga Bandung, dan Sandi (25), asal Tasikmalaya, berhasil dievakuasi. Sedangkan nahkoda Wakirin masih memilih bertahan di kapalnya. “Nakhoda masih belum mau dievakuasi,” terangnya.

Baru pada pukul 12.15, nakhoda kapal Wakirin akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan. Dan itu, berarti 29 ABK sudah berhasil dievakuasi di daratan. “Kapal itu lambungnya bocor, ikan sekitar delapan ton hasil tangkapannya masih ada di kapal,” ungkapnya. (Din/RED)