Padang, BeritaTKP.com – Banjir bandang dan longsor yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat kembali menyisakan duka mendalam. Di Kota Padang, khususnya kawasan Lubuk Minturun dan Batu Busuk, galodo pada Kamis (27/11/2025) memporak-porandakan rumah warga dan memaksa ratusan orang mengungsi.
Upik (53), warga Lubuk Minturun, masih mengingat jelas kepanikan saat air tiba-tiba menerjang rumahnya selepas subuh, sekitar pukul 05.00 WIB. Pintu rumah terhempas arus deras, sementara lumpur dan kayu-kayu besar masuk dan merusak seluruh perabotan. Di rumah itu, Upik tinggal bersama keluarga besar termasuk seorang cucu balita yang harus segera dipindahkan ke rumah kerabat demi keselamatan.
“Rusak semuanya sampai tiga rumah ke belakang. Elektronik, televisi, kasur juga tenggelam,” ujarnya sambil menunjukkan kondisi rumah, Jumat (28/11/2025).
Rumah Upik hanya berjarak sekitar 15 meter dari jembatan yang turut ambruk dihantam galodo. Material kayu dan lumpur ikut terbawa arus hingga menutup badan jalan, bahkan mencapai hampir 20 meter tingginya.
Ani (53), warga lainnya, merasakan kepanikan serupa. Meski rumahnya sedikit lebih jauh dari bantaran sungai, ia menerima telepon dari saudaranya yang memperingatkan bahwa air sudah naik. Selama puluhan tahun tinggal di kawasan itu, Ani mengaku baru kali ini melihat banjir bandang setinggi dan sederas itu, bahkan sampai menghantam dan meruntuhkan jembatan.
Di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, kondisi tak jauh berbeda. Monik (50), yang tinggal dan memiliki warung sekitar 50 meter dari tepi sungai, panik saat melihat air meluap dengan cepat disertai lumpur dan kayu-kayu besar. Ia segera mengemas barang-barangnya dan memilih mengungsi mandiri ke sekolah dasar terdekat yang berada di lokasi lebih tinggi.
“Mengungsi ke SD, lebih tinggi lokasinya, jadi tempat pengungsian juga,” tuturnya.
Monik menambahkan, sepanjang hidupnya ia belum pernah melihat Sungai Batu Busuk mengamuk sedahsyat itu. Arus deras menghantam apa pun yang dilaluinya, termasuk fasilitas umum dan rumah warga.
Banjir bandang kali ini menjadi salah satu yang paling mengkhawatirkan bagi warga Padang. Selain kerusakan fisik, banyak warga masih trauma dan bingung harus memulai kembali dari mana, sementara hujan diprediksi masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah dan relawan terus melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta membuka posko pengungsian di titik-titik aman.(æ/red)





