Pasuruan, BeritaTKP.com — Ketua Karang Taruna Putra Samirejo Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Khoirul Anam, melontarkan peringatan keras kepada seluruh perusahaan dan pabrik yang berdiri di atas tanah Desa Wonokoyo agar tidak membuat kebijakan sendiri di luar kesepakatan dan mekanisme desa.
Menurutnya, sistem satu pintu yang selama ini dibangun demi menjaga kondusivitas, keterbukaan, dan hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat harus tetap dijaga dan dihormati oleh seluruh pihak tanpa pengecualian.
“Kami menegaskan bahwa semua pabrik yang berdiri di atas tanah Desa Wonokoyo wajib menghormati sistem satu pintu yang sudah berjalan. Jangan ada pihak yang merasa bisa berjalan sendiri dan membuat aturan sendiri tanpa koordinasi dengan lingkungan desa,” tegas Khoirul Anam.
Ia juga menyoroti adanya dugaan beberapa perusahaan yang mulai menyalahgunakan mekanisme satu pintu dan menjalankan kebijakan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat maupun elemen kepemudaan desa.
“Kalau ada perusahaan yang mencoba mengabaikan kesepakatan dan bermain sendiri, maka itu sama saja tidak menghargai masyarakat Wonokoyo. Kami tidak ingin desa ini hanya dijadikan tempat berdiri bangunan industri, sementara suara warga justru diabaikan,” lanjutnya dengan nada tegas.
Khoirul Anam menambahkan bahwa Karang Taruna bukan sekadar organisasi pemuda biasa, namun bagian dari kontrol sosial yang akan terus mengawal kepentingan masyarakat desa di tengah berkembangnya kawasan industri di Wonokoyo.
Sementara itu, Sekretaris Karang Taruna Putra Samirejo, Muhamad Saichul Ibad, S.H., M.Kn., mengatakan bahwa kemajuan desa harus dibangun dengan rasa saling menghormati antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
“Kemajuan Desa Wonokoyo tidak boleh hanya menjadi simbol pembangunan fisik semata. Perusahaan yang berdiri di wilayah desa wajib memahami etika sosial dan menghormati mekanisme yang sudah disepakati bersama,” ujar Muhamad Saichul Ibad, S.H., M.Kn.
Ia juga memberikan peringatan agar tidak ada pihak perusahaan yang memanfaatkan situasi demi kepentingan sendiri tanpa memikirkan dampak sosial terhadap masyarakat.
“Jangan sampai ada perusahaan yang merasa paling berkuasa karena memiliki modal besar. Mereka berdiri di tanah desa, hidup berdampingan dengan masyarakat desa, maka wajib menjaga hubungan dan komunikasi yang sehat dengan warga,” tegasnya.
Karang Taruna Putra Samirejo berharap seluruh perusahaan di wilayah Desa Wonokoyo dapat berjalan searah dengan visi kemajuan desa, membuka ruang komunikasi yang baik, serta tidak mengesampingkan hak masyarakat lokal demi menjaga stabilitas dan keharmonisan lingkungan sekitar. (R1L/Imam)





