
Trenggalek, BeritaTKP.com – Jenazah Zaenal Fanani, korban kericuhan antar perguruan silat di Taiwan beberapa waktu lalu akhirnya tina di rumah duka. Warga asal Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek tersebut diketahui merupakan anggota perguruan silat PSHT sejak 2011 lalu.
Ketua Cabang PSHT Trenggalek, Wijiono mengaku bersyukur karena jenazah korban bisa pulang setelah menjalani serangkaian proses. Korban merupakan warga PSHT yang di sahkan pada 2011. Jenazah korban dimakamkan setelah sebelumnya disalati oleh ribuan pesilat yang hadir.
Setelah menjadi warga, Zaenal Fanani melakukan pengabdian dan pengembangan terhadap organisasi hingga akhir hayatnya. “Hari ini akhirnya jenazah anggota kami Zaenal Fanani bisa pulang ke rumah,” ujarnya, Minggu (17/09/2023) kemarin.
Wijiono dan pihaknya juga menyampaikan bela sungkawa dan duka mendalam atas kepergiaan Zaenal Fanani dalam insiden yang terjadi di Taiwan. Pihaknya menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada pihak berwajib kepolisian Taiwan.
Mereka juga berharap kejadian tersebut tidak menjadi pemicu gesekan kelompok lain di Trenggalek. “Harapan kami kejadian ini murni sebagai musibah. Selain itu, kepada kelompok yang ada di Trenggalek agar tidak terprovokasi agar tidak muncul gesekan,” tuturnya, dilansir dari jatimnow.
Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang hadir mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri serta BP2MI yang telah memproses pemulangan jenazah dalam waktu singkat.
Arifin juga turut memberikan support serta doa kepada korban agar diterima disisi Tuhan. Saat ini penegak hukum dari dua negara sudah memproses hukum kepada tersangka. (Din/RED)





